Wilayah yang Dilanda Karhutla Mulai Pulih

    Nur Azizah - 30 September 2019 06:44 WIB
    Wilayah yang Dilanda Karhutla Mulai Pulih
    Ilustrasi - Medcom.id
    Jakarta: Asap di beberapa wilayah yang dilanda kebakaran hutan dan lahan (karhutla)  berangsur-angsur hilang. Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Tri Handoko Seto mengatakan asap mulai berkurang seiring hujan buatan yang terus mengguyur beberapa hari terakhir.

    Jumlah hotspot juga mengalami penurunan dan jarak pandang mulai kembali normal. Data ini berdasarkan hasil pemantauan dari beberapa Posko TMC BBTMC-BPPT. 

    "Data stasiun meteorologi untuk kondisi cuaca dan visibility per jam dari seluruh stasiun tiap wilayah. Data hotspot, selain data curah hujan dan volume air selama operasi TMC berlangsung tentunya," ujar Tri dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Senin, 30 September 2019.

    Tri menyampaikan jarak pandang pada Minggu, 29 September 2019 di Riau sudah mampu menjangkau 3 hingga 5 kilometer. Kondisi ini semakin membaik pad sore hari, yakni sekitar 7 hingga 10 kilometer.

    Sementara pantaun di Palembang, indeks kualitas udara turun. Ini berbanding terbalik karena hotspot turun. 

    "Sepertinya ada lahan yg baru terbakar di bagian selatan kota Palembang," ujarnya. 

    Sementara jumlah titik hotspot di wilayah Sumatera Selatan berkurang signifikan. Di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, jarak pandang kembali normal dan asap mulai menghilang. 

    Adapun jarak pandang di sekitar Bandar Udara Tjilik Riwut Palangkaraya sudah mencapai 7.000 meter. Puncak hotspot tertinggi terjadi pada Rabu, 25 September 2019, yakni 1.875 titik. 

    "Namun pada Sabtu kemarin, tersisa 14 hotspot. Kami sangat bersyukur operasi TMC bisa berjalan baik," Seto. 

    Jumlah hotspot juga turun di Kalimantan Barat, Asap sudah tidak pekat lagi, radiasi matahari sudah tembus permukaan. Jarak pandang di Lanud Supadio pada siang hari sudah mencapai 6.000 kilometer.

    Hingga hari ini, operasi TMC BBTMC-BPPT untuk penanggulangan Karhutla masih terus berlangsung di Sumatera dan Kalimantan. Pelaksanaan kegiatan TMC didukung TNI AU untuk penyediaan pesawat dan kru, dan BMKG untuk penyediaan data cuaca. Sedangkan pendanaan kegiatan disuplai Badan Nasional Penanggulangan Bencana. 



    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id