Tarif Listrik Diusulkan Turun Saat Pandemi Korona

    Theofilus Ifan Sucipto - 26 Maret 2020 14:39 WIB
    Tarif Listrik Diusulkan Turun Saat Pandemi Korona
    Ilustrasi/Media Indonesia.
    Jakarta: Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengusulkan penurunan tarif listrik selama wabah virus korona (covid-19). Menurut dia, turunnya tarif listrik akan berdampak langsung pada masyarakat.

    "Pemerintah sudah seharusnya memberikan kompensasi agar daya beli mereka tidak tergerus," kata Tulus di Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.

    Baca: Pelayanan PLN 'Aman' dari Korona

    Wabah tersebut dinilai berdampak pada ekonomi masyarakat. Khususnya mereka yang memiliki pendapatan harian.

    Tulus mengusulkan penurunan tarif selama tiga hingga enam bulan. Paling tidak selama wabah korona berlangsung.

    Usulan penurunan tarif pada golongan 900 atau 1.300 volt ampere. Saat ini, struktur tarif berdasar keekonomiann non-subsidi berkisar Rp1.352 per kilowatt (kwh).

    "YLKI mengusulkan agar struktur tarif tersebut diturunkan minimal Rp100 per kwh," ujar Tulus.

    Menurut dia, penurunan bisa dilakukan. Sebab harga minyak mentah dunia sedang turun. Usulan tersebut tak terlalu mengganggu Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik. 

    Tulus berharap manfaat penurunan tarif listrik dilakukan. Sampak penurunan langsung memengaruhi beban ekonomi masyarakat.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id