Perusahaan APD Dalam Negeri Diminta Optimalkan Produksi

    Nur Azizah - 24 Maret 2020 14:04 WIB
    Perusahaan APD Dalam Negeri Diminta Optimalkan Produksi
    Kepala BNPB Doni Monardo/Antara/Indrianto Eko.
    Jakarta: Sejumlah alat pelindung diri (APD) bisa diproduksi dalam negeri. Produsen lokal diminta menghentikan ekspor dan memenuhi kebutuhan domestik.

    "Selama ini sebagian dari industri tekstil kita mengekspor ke sejumlah negara. Tetapi Bapak Presiden telah menegaskan seluruh industri tekstil harus memprioritaskan kebutuhan domestik dulu," kata Kepala Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 24 Maret 2020.

    Baca: 70 Ribu Paket APD Buatan Dalam Negeri Segera Didistribusikan

    Doni sudah berkoordinasi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang untuk menggenjot produksi APD, seperti masker dan pembersih tangan atau hand sanitizer. Ia yakin, bila hal ini dilakukan, Indonesia tidak butuh membeli dari negara lain.

    "Jadi, kita mampu dukung kebutuhan tanpa dari luar, bahkan kalau bisa maksimal, industri bisa kerja sama dengan komponen daerah bisa membantu negara-negara lain yang butuh APD," ungkap dia.

    Perusahaan APD Dalam Negeri Diminta Optimalkan Produksi
    Petugas medis menggunakan alat pelindung diri (APD)/Antara/Hafidz Mubarak.

    Menurut Doni, industri tekstil paling banyak tersebar di Asia Selatan dan Tenggara, salah satunya di Indonesia. Adapun di negara maju, industri ini kurang berkembang.

    Indonesia punya keunggulan memproduksi tekstil, khususnya masker sebagai APD. Dalam waktu dekat, pemerintah bakal menambah 70 ribu paket APD. Alat itu akan tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pada Rabu, 25 Maret 2020 dini hari.

    "Ini semuanya produksi lokal, dalam negeri," kata Doni.

    Sebanyak dua ribu APD akan didistribusikan ke sejumlah rumah sakit. Doni meminta gubernur berkoordinasi dengan panglima kodam dan kapolda masing-masing.

    Senin, 23 Maret 2020, pemerintah telah mendistribusikan 105 ribu paket APD ke seluruh rumah sakit yang melayani pasien korona. Sebanyak 45 ribu APD didistribusikan ke RS di DKI Jakarta, Bogor, dan Banten.
     
    Sebanyak 40 ribu APD diberikan ke RS di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan Bali.Sepuluh ribu APD didistribusikan ke provinsi di luar Jawa. Sisa sepuluh ribu APD disimpan sebagai cadangan.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id