Kemenkes: Anak Wasting Punya Risiko 3 Kali Lipat Jadi Stunting

    Antara - 01 Desember 2021 03:29 WIB
    Kemenkes: Anak Wasting Punya Risiko 3 Kali Lipat Jadi Stunting
    Ilustrasi. Dok. MI



    Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut anak-anak wasting mempunyai risiko tiga kali lipat untuk menjadi stunting. Wasting ialah kondisi ketika berat badan anak menurun, sangat kurang, atau bahkan berada di bawah rentang normal.

    "Kalau wasting terus-menerus berulang, itu akan menjadi masalah jangka panjang yang bisa diidentifikasi juga dengan penurunan tinggi badan, atau panjang badan, atau kita kenal dengan istilah stunting," ujar Staf Direktorat Gizi Masyarakat Kemenkes, Hera Nurlita, dalam forum pertemuan tingkat tinggi rencana aksi global wasting pada anak di Indonesia yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa, 30 November 2021.

     



    Menurut dia, Indonesia harus terlebih dahulu mengatasi wasting untuk bisa menurunkan masalah stunting. Indonesia, lanjut dia, sudah menekan angka wasting dari 10,2 persen pada 2013 menjadi 7,4 persen pada 2019.

    Dia mengatakan wasting diukur dari berat badan anak berdasarkan panjang atau tinggi badannya. "Namun ketika bicara stunting, kita bicara berdasarkan tinggi badan menurut umur untuk yang di bawah dua tahun, atau tinggi badan menurut umur bagi anak-anak di atas dua tahun," papar dia.

    Baca: Mekanisme Penanganan Stunting Diminta Terintegrasi

    Sementara itu, Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Subandi Sardjoko, menegaskan pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, adaptif, inovatif, terampil, dan berkarakter.

    "Pemerintah Indonesia terus memberikan berbagai intervensi, baik intervensi spesifik maupun sensitif untuk mengatasi akar penyebab permasalahan gizi ini," ujar dia.

    Dia mengakui saat ini Indonesia menghadapi permasalahan gizi. Satu dari tiga balita di Indonesia mengalami stunting dan 10 persen balita wasting.

    Pada saat bersamaan, lanjut dia, terdapat ancaman gizi lebih pada balita atau kegemukan, yaitu delapan persen pada 2018, serta obesitas untuk dewasa sebanyak 21,8 persen pada 2018.

    Dia mengatakan secara garis besar kebijakan dan strategi yang dilakukan pemerintah untuk menurunkan prevalensi wasting dan stunting akan selaras. Kebijakan dan strategi itu tidak dipisahkan satu dan lainnya.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id