comscore

'Surat Sakti' Ini Bikin Kamu Bisa Bepergian Saat Libur Nataru

Adri Prima - 01 Desember 2021 20:47 WIB
Surat Sakti Ini Bikin Kamu Bisa Bepergian Saat Libur Nataru
Penyekatan saat PPKM. MI/Andri Widiyanto
Jakarta: Pemerintah mengeluarkan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru) di seluruh Indonesia. Masyarakat diminta tidak bepergian atau mudik ke luar daerah. 

Aturan tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 Tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Aturan berlaku mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. 
Lebih dari 200 ribu personel gabungan dikerahkan mengamankan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Personel gabungan ini terdiri atas TNI, Polri, Satpol PP, dan petugas kesehatan.

"Kami libatkan seluruh Indonesia sekitar 217 ribu," kata Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan.

Seluruh personel juga dikerahkan mendukung Operasi Lilin pada 20 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022. Operasi itu dalam rangka pengamanan dan pemantauan pelaksanaan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3.

Namun, bagi kalian yang tetap ingin bepergian saat libur Natal dan Tahun Baru harus mempersiapkan surat sakti yakni Surat Keluar Masuk (SKM) yang dikeluarkan oleh ketua RT.
 

SKM tersebut nantinya harus ditunjukkan di setiap posko-posko penjagaan yang disebar di banyak titik, termasuk di seluruh pintu tol dan jalur-jalur akses tertentu. SKM juga mesti dilengkapi keterangan negatif covid-19, minimal dari hasil pemeriksaan swab antigen. 

Syarat mendapatkan SKM

Adapun syarat mendapatkan SKM antara lain harus mengurus ke ketua RT, melampirkan surat keterangan sehat serta surat keterangan yang menjelaskan keperluan terkait dinas keluar kota. Misalnya, keterangan bekerja di luar kota, atau keterangan memiliki usaha di luar kota bagi pelaku bisnis.

Meski demikian, ada sejumlah pengecualian dan ketentuan khusus bagi warga yang tetap harus pergi mudik atau pulang kampung. Dikutip dari Inmendagri Nomor 62 Tahun 2021, berikut persyaratannya:
  1. Khusus bagi warga dengan kebutuhan mendesak, seperti kunjungan duka, mengantar jenazah, dan mengantar orang hamil atau bersalin; 
  2. Mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi; 
  3. Melakukan tes polymerase chain reaction (PCR) atau rapid test antigen dengan menyesuaikan pengaturan moda transportasi yang digunakan pada saat pergi keluar daerah dan masuk/pulang dari luar daerah. Hal ini untuk memastikan pelaku perjalanan negatif covid-19;
  4. Pelaku perjalanan yang terkonfirmasi positif covid-19, maka harus melakukan karantina mandiri atau karantina pada tempat yang telah disiapkan pemerintah. Hal ini guna mencegah penularan dengan waktu karantina sesuai prosedur kesehatan.


(PRI)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id