Bakti Sosial di Sidoarjo, Firli Kagumi Kesederhanaan Santri

    Achmad Zulfikar Fazli - 29 Oktober 2021 00:36 WIB
    Bakti Sosial di Sidoarjo, Firli Kagumi Kesederhanaan Santri
    Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri (kiri) membagikan sembako kepada santri dan lansia di Sidoarjo, Jawa Timur. Dok. Istimewa



    Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menghadiri kegiatan bakti sosial sekaligus vaksinasi di Universitas Ma’arif Hasyim Latif (UMAHA) Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa, 26 Oktober 2021. Pada acara bertajuk, '31 Tahun Gelar Akabri ’90 Mengabdi untuk Negeri' itu, Firli turut membagikan 1.000 paket sembako kepada santri dan lansia.

    “Alhamdulillah masyarakat sekitar, mahasiswa, pelajar, dan santri turut bergabung dalam kegiatan,” kata Firli dalam keterangan tertulis, Kamis, 28 Oktober 2021.

     



    Firli tak dapat menyembunyikan kebahagiaannya saat berinteraksi dengan santri. Apalagi, acara tersebut juga dihadiri ulama sepuh yang selama ini berdedikasi dalam mendidik santri.

    “Terima kasih kepada KH Anwar Mashur, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, dan KH Marzuki Mustamar, Ketua PWNU Jawa Timur,” ucap dia.

    Alumni Akabri 1990 itu mengangumi sosok santri. Dia menilai santri memiliki keseharian yang sederhana, santun, gigih, serta menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan. Hal itu menjadi sumber inspirasi dalam memberantas korupsi.

    “Negeri ini membutuhkan anak-anak bangsa yang memiliki jiwa, raga, semangat fisabilillah dan roh seorang santri dalam perang badar melawan korupsi," kata Firli.

    Baca: Hari Santri, Pimpinan MPR Kenang Resolusi Jihad Hasyim Asy'ari

    Menurut dia, sifat dan karakter dalam diri santri sangat diperlukan dalam rangka melindungi semua elemen bangsa dari sifat tamak, rakus, dan berlebih-lebihan. Menurut dia, sifat tamak hingga rakus merupakan teman sejati korupsi dan perilaku koruptif.

    Di luar karakter itu, Firli mengagumi peran historis santri dan ulama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dipimpin KH Hasyim Asy’ari dan ulama lain yang merumuskan fatwa Resolusi Jihad, 22 Oktober 1945, santri mempertaruhkan jiwa dan raga dalam pasukan Sabilillah demi tetap tegaknya Negara Republik Indonesia.

    Firli mengilhami sejarah itu dengan kerap menggunakan idiom jihad atau perang badar untuk mengobarkan semangat melawan korupsi.

    "Tidak berlebihan jika saya katakan santri merupakan role model atau teladan nyata yang baik bagi kita semua khususnya generasi penerus masa depan bangsa, dalam menjaga, mengawal dan menentukan arah langkah serta tujuan negara,” ujar dia.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id