Bedah Musik Kebangsaan, Langkah Cerdas BPIP Sosialisasikan Pancasila Tangkal Radikalisme dan Intoleransi

    Rosa Anggreati - 24 September 2021 13:18 WIB
    Bedah Musik Kebangsaan, Langkah Cerdas BPIP Sosialisasikan Pancasila Tangkal Radikalisme dan Intoleransi
    BPIP bekerja sama dengan Sinergy of Indonesia dan Indonesia Care menggelar diskusi Bedah Musik Kebangsaan, Kamis, 23 September 2021 (Foto:Dok.BPIP)



    Jakarta: Memahami Pancasila bukan perkara sulit. Semudah menjalani keseharian atau saat menikmati alunan musik. Alhasil, semangat cinta Tanah Air bisa dilakukan kapan dan di mana saja.
     
    Hal tersebut mengemuka dalam sesi diskusi 'Bedah Musik Kebangsaan' di Auditorium Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Serang, Banten, Kamis, 23 September 2021.
     
    Acara Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Lewat Musik itu dilaksanakan untuk ketiga kali oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) bekerja sama dengan Sinergy of Indonesia dan Indonesia Care (komunitas seniman/musisi).
     
    Dijelaskan oleh Plt. Sestama BPIP Karjono, musik menjadi saluran sosialisasi Pancasila yang efektif, asalkan dikelola secara kreatif.
     
    "Apapun itu, musik adalah instrumen perekat kebangsaan," kata Karjono.
     
    Menggunakan musik sebagai instrumen menyosialisasikan Pancasila dianggap tepat digunakan, terutama untuk kalangan mahasiswa.
     
    "Sejatinya mahasiswa sudah khatam Pancasila secara akademik. Bahkan, bisa lebih mudah lagi diinterpretasikan. Tinggal bagaimana kita mengolah, membumikan Pancasila agar bangsa kita tidak digerogoti pengaruh negatif," ucap Karjono.

    Bedah Musik Kebangsaan, Langkah Cerdas BPIP Sosialisasikan Pancasila Tangkal Radikalisme dan Intoleransi

     



    Ketua Komisi II DPR dan Founder Sinergy of Indonesia Ahmad Doli Kurnia menyebut banyak lagu hit nasional memiliki lirik visioner kebangsaan. Contoh, lagu Rayuan Pulau Kelapa yang ditulis Ismail Marzuki.
     
    "Lagu ini kala itu salah satu penanda kedekatan Indonesia dan Rusia dalam memperingati hubungan diplomatik kedua negara yang telah berjalan selama 70 tahun. Lirik lain juga soal cinta Tanah Air," ucap Doli.
     
    Rayuan Pulau Kelapa jadi salah satu lagu nasional yang diaransemen ulang dalam album Nyanyian Rumah Indonesia kerja sama Sinergy of Indonesia dan Indonesia Care.
     
    "Lagu ini dinyanyikan reggae oleh almarhum Steven Coconut Treez. Semoga legenda reggae kita ini husnul khotimah, dan perjuangannya diteruskan," ucap Doli.
     
    Sahabat Steven, Conrad GV menambahkan, Pancasila pada prinsipnya sederhana, yakni ada dan cara kita berada. "Saya lahir di Flores. Dan kami orang Ende sangat bangga menjadi orang Indonesia," ujar Conrad.
     
    Sebelumnya, lanjut dia, para musisi terkotak-kotak menyoal Pancasila. Namun faktanya, masih ada musisi yang rajin berdiskusi dan mencari solusi menyuarakan Pancasila yang digemari milenial.
     
    Sementara itu, Pakar Kebijakan Publik dari Untirta Harits Wicaksana menilai Bedah Musik Kebangsaan adalah langkah cerdas BPIP menyosialisasikan Pancasila secara kreatif untuk menangkal radikalisme dan intoleransi.
     
    'Bedah Musik Kebangsaan' di Untirta diikuti secara luring dan daring oleh para mahasiswa. Hadir pula Wakil Kepala BPIP Haryono, Rektor Untirta Fatah Sulaiman, Deputi I BPIP Prakoso, serta sederet musisi.

    (ROS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id