Efek Samping Berat Tak Ditemukan Pada 1.542 Relawan Vaksin Covid-19

    Media Indonesia.com - 30 Oktober 2020 03:56 WIB
    Efek Samping Berat Tak Ditemukan Pada 1.542 Relawan Vaksin Covid-19
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Hasil uji klinis vaksin covid-19 tahap III diharapkan dapat dilaporkan ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Januari 2021. Tujuannya ialah agar BPOM segera mengeluarkan emergency use authorization (otorisasi penggunaan darurat) untuk vaksin covid-19.

    “Harapannya untuk semua vaksin yang masuk ke Indonesia sudah melalui proses rangkaian berkualitas. Yang penting harus memenuhi kriteria safety, efikasi, dan halal,” kata Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir, Kamis, 29 Oktober 2020.

    Ada 1.542 relawan uji coba vaksin covid-19 fase III yang telah mendapatkan suntikan kedua. Sebanyak 843 relawan telah diambil darah untuk dipantau bagaimana proses pembentukan antibodi berlangsung.

    Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19, Kusnandi Rusmil menyebut tidak ada kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI) atau efek samping berat atau serius pada relawan-relawan tersebut. Semuanya reaksi ringan, seperti imunisasi di puskesmas.

    "Nyeri sedikit 30 menit pertama dan demam ringan yang menghilang dalam 1-2 hari,” kata Kusnandi.

    Kondisi para relawan tersebut akan terus dipantau. Mereka akan diambil darah untuk diperiksa kembali setelah dua minggu hingga enam bulan imunisasi kedua.

    Baca: 1.542 Relawan Vaksin Covid-19 Dapatkan Suntikan Kedua

    Secara terpisah, Pelaksana Tugas Deputi I BPOM, Togi Hutadjulu, mengatakan pihaknya tidak akan menyampingkan aspek keamanan, khasiat, dan mutu dalam memberikan persetujuan terkait penggunaan obat dan vaksin covid-19. Termasuk otorisasi penggunaan darurat.

    “Hal ini telah menjadi ketentuan yang berlaku di Indonesia. Izin penggunaan obat dan vaksin yang dikeluarkan BPOM harus memenuhi syarat keamanan, khasiat, dan mutu. Itu dibuktikan melalui uji klinik dan cara pembuatan obat yang baik mengacu pada persyaratan dan standar yang berlaku secara nasional dan internasional,” jelasnya.

    Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kedokteran Unpad, Cissy Rachiana Sudjana, mengatakan masyarakat tidak perlu ragu dengan keamanan vaksin covid-19. Pasalnya, jaminan keamanan vaksin terus dilakukan pada tiap fase uji klinik sehingga produk akhirnya dipastikan aman, efektif, dan berkhasiat.

    “Pada tahap awal, produsen vaksin mengidentifikasi dahulu calon vaksin yang hendak dibuat. Calon vaksin yang terpilih ialah yang mampu menghasilkan zat antibodi terbaik,” ujarnya.

    Saat sudah aman dan menghasilkan zat antibodi yang kuat terutama pada uji praklinik pada hewan, baru pengujian diteruskan ke uji klinik pada manusia.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id