Populer Nasional: Kompol Yuni Terancam Hukuman Mati Hingga Rocky Gerung Dianggap Kelewatan

    Githa Farahdina - 19 Februari 2021 06:00 WIB
    Populer Nasional: Kompol Yuni Terancam Hukuman Mati Hingga Rocky Gerung Dianggap Kelewatan
    Ilustrasi/Medcom.id

    Jakarta: Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terancam hukuman mati. Mantan Kapolsek Astaanyar yang dikenal berprestasi mengungkap kasus narkoba justru terjerat narkotika.

    Parahnya, Kompol Yuni menyalahgunakan narkoba bersama 11 anggotanya. Mereka ditangkap Propam Polda Jawa Barat, Rabu, 17 Februari 2021.

    Kompol Yuni dicopot. Korps Bhayangkara bahkan mempertimbangkan menjerat Yuni dengan hukuman mati.

    Jeratan hukuman mati buat anggota Polri terlibat penyalahgunaan narkoba sempat diungkap mantan Kapolri Jenderal (Purn) Idham Azis. Namun, polisi masih harus menunggu hasil penyelidikan.

    “Kita harus melihat fakta hukum di lapangan dari kasus tersebut. Apakah hanya pemakai, ikut-ikutan, pengedar. Semua perlu pendalaman oleh penyidik,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Jakarta, Kamis, 18 Februari 2021.


    Baca: Ini Profil Kompol Yuni yang Terancam Hukuman Mati

    Belakangan Kompol Yuni diketahui positif menggunakan narkoba. Polri segera mengevaluasi seluruh anggota mereka. Evaluasi terkait pencegahan tindak pidana penyalahgunaan narkoba di internal Polri.

    Berita soal Kompol Yuni menarik perhatian pembaca Kanal Nasional Medcom.id hingga Jumat dini hari, 19 Februari 2021. Di sisi lain, pembaca mencari berita soal omongan pengamat politik Rocky Gerung.

    Komentar Rocky soal wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berniat merevisi Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dianggap keterlaluan. Ia menganggap Kepala Negara salah mengartikan demokrasi.

    “Presiden harus datang dengan pidato baru bahwa saya bersalah selama ini karena menganggap oposisi buruk. Oleh sebab itu saya revisi cara berpikir, bukan UU yang direvisi,” ujar Rocky Gerung melalui kanal YouTube miliknya.

    Baca: 
    Ucapan Rocky Gerung soal Revisi Isi Kepala Presiden Sudah Kelewatan

    Pendukung Jokowi, Husin Alwi Shihab, tak terima. Rocky dianggap kelewat batas.

    Saya sebagai pendukung setia Pak Jokowi sakit hati baca pernyataan RG. Kelewatan, pertama dia rakyatnya, kedua ora orang berpendidikan, di mana moralnya sebagai pendidik?” cuit Husin melalui akun @HusinShihab.

    Husin, dalam cuitan yang sama, mengaku siap melaporkan seandainya ocehan Rocky memenuhi kriteria pelanggaran Pasal 28 ayat 2 UU ITE.

    Berita soal Kompol Yuni maupun Rocky bakal selalu diperbarui. Klik di sini untuk mendapatkan informasi terbaru dari Kanal Nasional Medcom.id.



    (OJE)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id