Vaksinasi Lansia Berpeluang Tekan Angka Kematian Akibat Covid-19

    Antara - 15 Februari 2021 20:53 WIB
    Vaksinasi Lansia Berpeluang Tekan Angka Kematian Akibat Covid-19
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Rencana pemberian vaksin untuk orang lanjut usia (lansia) berpeluang menekan angka kematian akibat covid-19. Juru Bicara Program Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi optimistis vaksinasi kepada lansia dan orang dengan komorbid akan menurunkan angka sakit dan kematian. 

    "Harapannya tentu para lansia dapat terlindungi," kata Siti seperti dilansir dari Antara, Senin, 15 Februari 2021.




    Pemerintah mengizinkan lansia dan orang dengan komorbid mendapatkan vaksinasi. Hal itu tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor HK.02.02/11/368/2021. Surat Edaran itu juga mengatur pelaksanaan vaksinasi covid-19 bagi penyintas dan sasaran tunda. 

    "Ini merupakan penambahan proteksi kepada kelompok-kelompok yang sebelumnya tidak bisa mendapatkan perlindungan," kata Siti.

    Siti Nadia menjelaskan proses vaksinasi kepada lansia dan orang dengan komorbid berbeda dari orang umumnya. Dari jangka waktu misalnya, pemberian dosis kedua vaksin covid-19 untuk lansia berada pada rentang waktu 28 hari.

    "Sementara untuk usia 18 hingga 59 tahun, tetap 14 hari," kata dia.

    Ia menjelaskan tujuan utama pemberian vaksin dengan jeda waktu 14 hari dari dosis pertama ke kedua, salah satunya agar pandemi covid-19 bisa dikendalikan. Namun, khusus kelompok lansia, diperbolehkan 28 hari dengan pertimbangan tertentu.

    Jarak interval waktu 28 hari yang dikeluarkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sekaligus upaya melindungi kelompok lansia yang rentan terpapar covid-19. Pelaksanaan vaksinasi untuk kelompok lansia juga tidak menerapkan kebijakan per klaster. Artinya, seluruh lansia akan divaksin selama periode Februari hingga April 2021.

    Sebanyak 21 juta lansia di Tanah Air akan mendapatkan dosis vaksin pada periode yang telah ditetapkan pemerintah. Kelompok tersebut tergabung dengan 17 juta petugas pelayanan publik lainnya.

    Baca: Kemenkes: Vaksinasi Covid-19 Belum Menjadi Syarat Bepergian

    Sejauh ini, menurut dia, pelaksanaan program vaksinasi masih sesuai rencana. Hingga akhir Februari, tenaga kesehatan yang sudah mendapatkan vaksinasi kedua mungkin mencapai 1,48 juta. Meski demikian, Siti mengaku pelaksanaan vaksinasi covid-19 masih menemui tantangan.

    "Masih ada tenaga kesehatan yang belum datang ke tempat vaksinasi. Mungkin kebingungan, apakah mereka harus menunggu atau mereka sudah bisa langsung datang," ujar Siti.

    Kementerian Kesehatan sudah menyampaikan bahwa para tenaga kesehatan bisa langsung datang ke tempat vaksinasi. Tantangan lainnya, masih banyak tenaga kesehatan dengan komorbid.


    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id