Wilayah Operasional Antam Dipastikan Bukan Penyebab Bencana

    Husen Miftahudin - 11 Januari 2020 15:50 WIB
    Wilayah Operasional Antam Dipastikan Bukan Penyebab Bencana
    Ilustrasi. Suasana di depan gerbang Antam yang melakukan penambangan emas di Pongkor, Nanggung, Kabupaten Bogor. Foto: MI/Panca Syurkani.
    Jakarta: PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menyebut bekas operasi tambang emas Cikotok bukan menjadi penyebab bencana banjir di Kabupaten Lebak, Banten. Pasalnya, wilayah operasional Antam di Cikotok, Kecamatan Cibeber itu berada di wilayah yang berbeda dengan penyebab banjir bandang Sungai Ciberang.

    "Lokasi eks tambang emas Cikotok berada di punggung gunung yang berbeda dengan aliran sungai yang berbeda." kata Sekretaris Perusahaan Antam Kunto Hendrapawoko dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Jakarta, Sabtu, 11 Januari 2020.

    Kunto menambahkan, eks tambang Cikotok memasuki pascatambang pada 2008 dan menghentikan kegiatan operasionalnya. Pada 2015, pemerintah daerah menyetujui pascatambang Cikotok dan menyatakan reklamasi di wilayah tersebut berhasil.

    "Setelah pascatambang Cikotok disetujui, maka pemda telah melepaskan kewajiban Antam. Saat ini di sana telah terbit IUP (Izin Usaha Pertambangan) baru yang dikelola perusahaan swasta," tambahnya.

    Melihat sejarahnya, sebut Kunto, Antam memang pernah mengelola tambang ini. Tambang emas Cikotok beroperasi pada 1936 dan melebur dengan Antam pada 1968. Berlokasi di Kecamatan Cibeber, tambang Cikotok memiliki luas IUP 2.416 hektare dengan sistem tambang bawah tanah.

    Setelah pascatambang, lubang-lubang tambang telah ditutup dan areal bukaan lahan direklamasi.

    Kunto juga mengatakan kejadian longsor di beberapa titik di Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor bukan berasal dari wilayah operasional tambang emas Antam. Bencana longsor tersebut jauh dari area operasi tambang emas Pongkor.

    "Operasi tambang emas Pongkor berada di desa yang berbeda dengan beberapa titik longsor," jelas Kunto.

    Saat ini, Antam bersama holding-nya Mining Industry Indonesia (Mind ID) membantu melakukan penanganan dampak bencana. "Total bantuan yang sudah disalurkan untuk bencana Lebak, Bogor, dan Jakarta mencapai Rp600juta," beber Kunto.

    Di Lebak, perusahaan menyalurkan bantuan genset untuk listrik, sanitary kit, dan bahan makanan di area Gunung Julang, Kecamatan Cipanas. Di sana, Antam dan Mind ID juga memberikan pelayanan kesehatan dan asesmen wilayah terdampak.

    Di Kabupaten Bogor, Antam telah menyelesaikan perbaikan di dua titik jalan di Kampung Ciketug dan Wates, Desa Pangkal Jaya untuk mempermudah akses masyarakat.

    Kunto mengatakan strategi jangka pendek Antam dan Mind ID saat ini berfokus pada penanganan keadaan darurat. "Selain menyalurkan bantuan logistik, perbaikan akses jalan, perusahaan juga melakukan pelayanan kesehatan di Desa Malasari," pungkas Kunto.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id