Penerobos Palang Pintu Kereta Bakal Ditilang

    Kautsar Widya Prabowo - 18 September 2019 03:49 WIB
    Penerobos Palang Pintu Kereta Bakal Ditilang
    Polisi menilang pelanggar pintu kereta di Manggarai. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
    Jakarta: Executive Vice President Daerah Operasional 1 (Daop) 1 Dadan Rudiansyah memastikan tak ada kompromi bagi penerobos palang pintu kereta. Pihaknya menggandeng kepolisian untuk melakukan penilangan. 

    "Kita melakukan penindakan, siapa yang melanggar maka diambil tindakan hukum. Sekarang mulai ditilang," ujarnya di Perlintasan Kereta Api Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa, 17 September 2019.

    Ia menyebut tindakan tegas itu untuk meminimalisir meningkatnya jumlah korban kecelakaan di perlintasan kereta. Bedasarkan catatan PT KAI, sepanjang 2019 di wilayah Daop 1 Jakarta telah terjadi sebanyak 97 kali kecelakaan yang melibatkan kendaraan maupun orang. Kecelakaan tersebut menyebabkan 53 meninggal dunia dan 25 luka-luka.

    "Penyebab paling umum dari terjadinya kecelakaan pengendara yang tetap melaju meskipun sudah ada peringatan melalui rambu di perlintasan sebidang," tutur Dadan. 

    Sementara itu, Kanit Dikyasa Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Ponco Ningsih mengatakan tindakan tegas berupa penilangan dinggap efektif menertibkan masyarakat berkendara saat melewati perlintasan kereta. Secara tidak langsung akan menumbuhkan rasa penyesalan dalam diri pengendara yang melanggar. 

    "Jadi dia merasa oh iya saya melanggar jadi saya gak akan melanggar lagi," tuturnya. 

    Ponco menjelaskan mayoritas masyarakat yang kerap menerobos palang pintu kereta beralasan terburu-terburu.  Namun setelah ditelaah lebih lanjut, pengendara hanya memikirkan kepentingan pribadi, tidak memikirkan masyarakat lain yang berpotensi ikut terkena imbasnya.

    "Dia tidak memikirkan keselamatan pribadi, udah pokonya gue sampe tujuan tepat waktu" tuturnya.

    Lebih lanjut, saat ini pihaknya belum dapat memastikan data jumlah pelanggaran yang menerobos palang pintu kereta. Lantaran kebijakan penilangan baru diterapkan hari ini. Namun ia menyebut pelanggaran tidak mengenal usia, baik tua dan muda kerap melanggar. Terlebih mayoritas pelanggar kerap tidak menggunakan helem.

    "Rata-rata anak muda, anak sekolah juga banyak, orang tua juga banyak. Mau ibu-ibu mau siapa biar dia ada titik jera, ya kalau gue melanggar gue akan ditilamg," pungkasnya.

    Penindakan aparat kepolisian bedasarkan Undang Undang No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 seluruh pengendara wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup dan atau ada isyarat lain.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id