Pembangunan Ibu Kota Baru Dijamin Tak Rusak Ekosistem

    Candra Yuri Nuralam - 23 Desember 2019 12:47 WIB
    Pembangunan Ibu Kota Baru Dijamin Tak Rusak Ekosistem
    Salah satu desain pemenang sayembara ibu kota negara baru. Foto: Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
    Jakarta: Pembangunan ibu kota negara baru di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dipastikan hati-hati. Pemerintah tak ingin merusak ekosistem di daerah itu. 

    "Termasuk jalan harus dilihat hati-hati sebagai desainer, terutama Bekantan yang merupakan habitat di ibu kota baru, itu harus tetap kita lindungi, kita harus bisa bikin akses jalan tanpa merusak habitat di sana," ujar Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Senin, 23 Desember 2019. 

    Basuki menuturkan pembangunan jalan mulai digarap pada 2020. Pembangunan jalan penting agar ibu kota negara baru bisa terkoneksi dengan daerah lain di Kalimantan. 

    Dia memastikan pembangunan ramah lingkungan. Setelah pembangunan jalan, PUPR akan mengerjakan sistem perairan. 

    Basuki ingin ibu kota negara baru mempunyai sistem perairan yang baik agar terhindar dari banjir. "Prasarana jalan, drainase, bendungan, harus dikerjakan juga, itu sekitar tiga empat tahun selesai," tutur Basuki.

    Basuki mengatakan pembangunan berdasar lima desain pemenang sayembara ibu kota negara baru. Kelima desain akan dijadikan satu.

    "Mudah-mudahan hasil desain para pemenang bisa diimplementasikan untuk sebagian besar menyesuaikan keadaan di lokasi ibu kota baru," ucap Basuki.

    Basuki menuturkan kantor pemerintaha bakal dibangun pertama kali. Detail desain bakal dibuat setelah undang-undang ibu kota negara baru terbit. 





    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id