Masyarakat Diminta Tak Sebar Informasi Negatif Soal Papua

    Medcom - 07 Oktober 2019 16:01 WIB
    Masyarakat Diminta Tak Sebar Informasi Negatif Soal Papua
    Masyarakat Wamena bersama masyarakat pendatang dan dibantu anggota TNI membersihkan puing sisa kerusuhan, Kamis, 3 Oktober 2019. Dokumentasi: Istimewa
    Jakarta: Kepala Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia perwakilan Papua, Frits Ramandey, mewanti-wanti pengungsi. Dia tak ingin para penyintas menyebarkan informasi bernada negatf terkait kerusuhan di Wamena.

    "Itu akan memunculkan sentimen baru dan dampak negatif lainnya," kat Fritz, Senin, 7 Oktober 2019.

    Menurutnya, semua pihak harus menjaga situasi pascakerusuhan Wamena 23 September lalu. Sebab saat ini suasana di sana berangsur kondusif.

    "Jika ada di antara para pengungsi mengalami insiden langsung saat kejadian, sebaiknya jangan menyebarkan informasi atau kabar yang bernada provokasi lagi," imbuh dia.

    Fritz mengatakan, besar kemungkinan informasi negatif yang tersebar akan disalahgunakan. Menurutnya, memang ada kelompok tertentu yang yang ingin memanfaatkan dan memutarbalik informasi itu.

    Pernyataan Fritz dibuktikan oleh tindakan perusahaan Facebook Inc yang mengumumkan penghaapusan ratusan laman, grup dan akun Facebook. Hal ini dilakukan di empat negara, termasuk di Indonesia, pada Kamis, 3 Oktober 2019. Di antara yang dihapus termasuk 100 akun terkait Papua.

    Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany mendukung imbauan Komnas HAM Papua. Sebab dikhawatirkan ada informasi yang dipelintir dan memicu konflik lanjutan.

    "Kita butuh suara-suara positif di berbagai media, bukan suara negatif yang justru memicu amarah," kata dia.

    Di sisi lain, Tsamara juga ingin jaminan keamanan dari aparat penegak hukum dan TNI. Mengingat, ketika kerusuhan terjadi semua daerah di sana terkena dampak.

    "Saatnya kita tumbuhkan sikap solidaritas. Baik saling memberi bantuan atau dukungan kepada pengungsi, ataupun saling menjaga dan mengingatkan agar tidak mudah percaya setiap ada berita-berita negatif yang mengarah kepada perpecahan Papua," ujar dia.





    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id