Penerobos Jalur Sepeda Bakal Ditilang Elektronik

    Ilham Pratama Putra - 22 November 2019 17:52 WIB
    Penerobos Jalur Sepeda Bakal Ditilang Elektronik
    Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. Foto: MI/Insi
    Jakarta: Penerobos jalur sepeda akan dikenakan tilang elektronik (e-TLE). Pelanggar akan direkam kamera Automatic Number Plate Recognition (ANPR) yang bisa mendeteksi Tanda Nomor Kendaraan.

    Tak hanya itu, masyarakat pun bisa melaporkan pengendara yang tak patuh. "Boleh, dilaporkan saja," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Gedung Djoang 45, Jakarta Pusat, Jumat, 22 November 2019.

    Syafrin menjelaskan pengendara akan kena tilang bila masuk jalur sepeda solid. "Tapi kalau melewati jalur sepeda yang putus-putus enggak kena tilang karena itu mix traffic," katanya.

    Sanksi ini akan menyasar seluruh jenis kendaraan, kecuali kendaraan dengan kecepatan maksimal 20-25 kilometer per jam. "Tapi sekarang belum karena jalurnya belum dipermanenkan (masih diujicoba)," kata Syafrin.

    Sanksi pengendara akan disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 284. Dalam aturan itu disebutkan pelanggar jalur sepeda akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan berupa pidana dua bulan atau denda maksimal Rp500 ribu.

    Sementara itu, pengguna sepeda juga akan diawasi. Pengguna sepeda yang keluar dari jalurnya akan diberi peringatan.

    "Sepeda saat ini pada dijalurnya, jangan keluar dari jalurnya. (Kalau keluar) Kita akan arahkan untuk dia ke jalur, (kalau) sanksinya enggak ada," terang Syafrin.

    Kembangkan jalur sepeda

    DKI Jakarta menargetkan memiliki sekitar 500 kilometer (km) jalur sepeda (dua arah) pada 2022. Pada tahun 2019 ditargetkan ada sekitar 63 kilometer.

    Dari 63 kilometer, selain fase kedua sepanjang 23 kilometer antara Fatmawati Bundaran HI (dua arah) yang diluncurkan hari ini, jalur sepeda fase satu sudah dimulai tanggal 20 September lalu.

    Fase satu mulai dari Jalan Pemuda, Jalan Pramuka, Tugu Proklamasi, Jalan Diponegoro, Imam Bonjol, masuk ke Merdeka Selatan, hingga MH Thamrin sepanjang 25 kilometer (dua arah).

    Adapun untuk fase tiga akan dibangun mulai dari Jalan Tomang Raya, Simpang Tomang kemudian belok kanan di Cideng, Cideng Jalan Kebon Sirih, Kebon Sirih dan masuk ke Jalan MH Thamrin.

    Selain itu juga akan melintasi Matraman hingga Jatinegara-Kampung Melayu, sepanjang 15 kilometer (dua arah). Fase tiga akan diluncurkan November mendatang.





    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id