• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

BPOM Memastikan Pengawasan terhadap Kosmetik Ilegal Berjalan

06 Desember 2018 16:29 wib
Ilustrasi. (Foto: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (Foto: MI/Ramdani)

Jakarta: Kepolisian Daerah Jawa Timur bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sejumlah produk kosmetik bermerek dioplos dan dipalsukan. Salah satu produk kosmetik ilegal yang diduga telah melalui proses pengoplosan diberi label Derma Skin Care Beauty. 

Deputi Pengawasan Obat, Suplemen Makanan, dan Kosmetik BPOM Mayagustina Andarini mengaku pihaknya telah melakukan pengawasan secara optimal. Ia memastikan kosmetik yang tidak memiliki izin edar seperti Derma Skin Care Beauty ditarik dari pasaran.

"Kosmetik ilegal pasti akan ditarik tapi kalau sebelumnya telah terdaftar kemudian ilegal kita sita dan musnahkan. Pelakunya kita tindak dan akan masuk ke pro justitia untuk tindak lanjut," ujarnya melalui sambungan satelit dalam Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Kamis, 6 Desember 2018. 

Maya mengatakan BPOM telah melakukan pengawasan secara premarket dan postmarket. Artinya, pengawasan dilakukan sejak produsen memproduksi produk atau pengusaha yang mengimpor barang dari luar negeri. 

Setiap kosmetik yang beredar di dalam negeri baik yang diproduksi sendiri atau impor harus mengajukan notifikasi ke BPOM sebagai upaya premarket control. Setelah produk beredar, BPOM juga melakukan pengetesan dan audit di sarana produksi.

"Berbagai macam hal kita lakukan termasuk cosmetovigilance-nya sebagai bagian dari langkah pengawasan BPOM," kata dia. 

Tak hanya pengawasan secara konvensional seperti sidak ke toko atau swalayan, bersama kepolisian BPOM melakukan patroli siber untuk memastikan tidak ada kosmetik ilegal yang diedarkan melalui media sosial.

"Kami juga melakukan public warning. Jadi kalau menemukan produk ilegal atau produk yang diduga mengandung bahan berbahaya bisa dilihat melalui website BPOM atau aplikasi Cek BPOM. Di situ masyarakat akan tahu produk apa saja yang sudah masuk public warning," jelasnya.




(MEL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.