Go-Jek Kaji Tarif dari Kemenhub

    Theofilus Ifan Sucipto - 25 Maret 2019 16:26 WIB
    Go-Jek Kaji Tarif dari Kemenhub
    Ilustrasi ojek online - MI/Arya Manggala.
    Jakarta: Aplikator ojek daring, Go-Jek, akan mempelajari lebih dulu tarif baru yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Banyak aspek yang perlu dipertimbangkan.

    "Kami perlu memperlajari terlebih dahulu dampaknya kepada permintaan konsumen," kata Vice President Corporate Affairs Go-Jek Michael Say dalam keterangan tertulis, Senin, 25 Maret 2019.

    Michael menambahkan pihaknya perlu mempertimbangkan pendapatan para mitra, yaitu pengemudi. Sebab pendapat pengemudi tergantung kesediaan konsumen. 

    Tak cuma itu, mitra Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam ekosistem Go-Jek yang menggunakan layanan antar juga memengaruhi pertimbangan Go-Jek sebelum memberi tanggapan soal tarif baru tersebut.

    Kemenhub mengumumkan tarif resmi ojek daring terbaru. Penentuan tarif berdasarkan tiga zona: zona pertama adalah Sumatera, Jawa, dan Bali. Zona kedua meliputi Jabodetabek. Zona ketiga mencakup Kalimantan dan Sulawesi.

    (Baca juga: Tarif Ojek Daring Mempertimbangkan Banyak Aspek)

    Tarif meliputi biaya jasa minimal, yaitu biaya yang dibayarkan penumpang untuk jarak tempuh paling jauh empat kilometer. Selain itu, adapula biaya jasa batas bawah dan atas adalah biaya minimum dan maksimum yang dikenakan pada penumpang per satu kilometer selanjutnya.

    Untuk zona I, biaya jasa minimal berkisar antara Rp7.000 sampai Rp10.000. Biaya jasa batas bawah sebesar Rp1.850 dan biaya jasa batas atas Rp2.300.
     
    Untuk zona II, biaya jasa minimal sebesar Rp8.000 sampai Rp10.000. Biaya jasa batas bawah sebesar Rp2.000 dan biaya jasa batas atas sebesar Rp2.500.
     
    Sementara untuk zona III, biaya jasa minimal adalah Rp7.000 sampai Rp10.000. Biaya jasa batas bawah sebesar Rp2.100 dan biaya jasa batas atas sebesar Rp2.600.

    Rencananya tarif ini bakal diberlakukan saat Hari Buruh. "Surat Keputusan Kemenhub akan berlaku 1 Mei 2019," kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi di kantornya, Senin, 25 Maret 2019.
     



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id