238 WNI Negatif Covid-19

    Akhirnya Mereka Pulang

    Surya Perkasa - 15 Februari 2020 12:03 WIB
    Akhirnya Mereka Pulang
    WNI yang diobservasi di Natuna, Kepulauan Riau. Foto: Antara/Muhammad Adimaja
    Jakarta: Sebanyak 238 warga negara Indonesia (WNI) yang dievakuasi dari Wuhan dan kota di Provinsi Hubei, Tiongkok, akhirnya bisa kembali ke keluarga. Observasi selama 14 hari sejak Minggu, 2 Februari 2020, menyatakan mereka sehat dan tidak terjangkit virus korona (Covid-19).

    Berikut fakta-fakta seputar pemulangan 238 WNI tersebut:


    1. Tujuh WNI Batal Dievakuasi

    Pemerintah awalnya berencana mengevakuasi 245 WNI. Namun, empat WNI menolak, sedangkan tiga lainnya tidak lolos screening karena sakit.

    Dua WNI yang tidak bisa ikut pulang karena mengalami batuk pilek sedangkan satu lagi demam. Ketiganya wajib melaporkan kondisi kesehatan ke otoritas setempat.

    Pemerintah akhirnya hanya mengevakasi 238 WNI ditambah lima tenaga pendahulu utusan pemerintah. Tak cukup dengan screening yang dilakukan Ototritas Tiongkok, WNI yang tiba dari Wuhan diperiksa ulang setiba di Indonesia.

    Mereka dibawa ke Natuna yang dipilih menjadi tempat observasi. Kesehatan fisik dan mental mereka diawasi dengan penjagaan ketat.

    Akhirnya Mereka Pulang
    Warga negara Indonesia (WNI) dan petugas yang dievakuasi dari Hubei, Tiongkok, tiba di Tanah Air. Dok: Kementerian Luar Negeri
     

    2. Observasi sesuai protokol

    Observasi merupakan protokol kesehatan yang harus dilakukan. Pasalnya, mereka tiba dari wilayah terjangkit Covid-19. Kementerian Kesehatan menegaskan seluruh prosedur observasi dan karantina ini berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

    Protokol observasi WNI ini juga merujuk standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Itu juga sebab tiga WNI yang tidak lolos screening otoritas Tiongkok tidak diizinkan keluar dari wilayah isolasi Tiongkok.

    Observasi berlangsung 14 hari, sesuai waktu inkubasi virus. Seluruh WNI dan petugas yang terlibat diawasi kesehatannya selama observasi. Mereka juga menjalani rangkaian program yang disusun. Mulai program olahraga, hiburan, hingga diet sehat.

    Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih memastikan, 238 WNI tersebut seharusnya dalam kondisi sehat ketika dipulangkan. Sebab, kesehatan seluruh WNI dari Hubei dan kru evakuasi diawasi selama masa inkubasi virus.

    Jika selama rentang waktu inkubasi itu tidak ada gejala sakit, berarti WNI itu sehat. Menkes Terawan pun memastikan warga yang pulang ke keluarga dipastikan sehati.
     

    3. Kru ikut dikarantina

    Tak hanya WNI dari Wuhan dan kawasan Hubei, kru evakuasi ikut diobservasi. Setidaknya, Kru pesawat yang terdiri dari 18 kru Batik Air Airbus A330 PK-LDY dan 25 kru pesawat TNI AU ikut menjalani observasi di Pangkalan TNI AU Raden Sadjad, Natuna.

    Tim pendahulu yang menjemput WNI dari Tiongkok tak luput dari observasi. Total 285 orang terdiri dari WNI dan kru evakuasi yang dikarantina.

    Seluruh kru juga menerima perlakuan yang sama selama observasi.


     

    4. Warga sempat menolak

    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan, observasi sesuai protokol kesehatan sengaja dilakukan di rumah sakit pangkalan militer Natuna. Daerah ini dipilih karena memiliki rumah sakit (RS) sebagai tempat observasi yang letaknya 5-6 kilometer dari permukiman warga.

    Pangkalan militer di Natuna juga memiliki fasilitas rumah sakit yang dikelola dokter dari tiga matra angkatan, yaitu TNI AL, TNI AD, dan TNI AU.

    Namun, keputusan ini mendapat penolakan warga Natuna. Demonstrasi bahkan sempat terjadi. Warga khawatir daerah mereka ikut terpapar virus. Perlahan masyarakat menerima pusat karantina WNI di Pangkalan Militer Natuna tersebut.

    Hal ini tercapai setelah ada komunikasi intens antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan warga. Sejumlah tuntutan warga, seperti pos pengecekan kesehatan di puskesmas dan Menkes Terawan hadir di Natuna dipenuhi.


    5. Pulang Sabtu siang

    Menteri Terawan menyatakan seluruh WNI dan kru yang sehat hingga pukul 00.00 WIB, Sabtu, 15 Februari 2020, akan dipulangkan kepada keluarga. Mereka dijadwalkan terbang dari Natuna pukul 14.00 WIB di hari yang sama.

    Observasi 238 WNI yang dikarantina dinyatakan selesai. Seluruh WNI negatif virus korona. Mereka dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

    Layanan kesehatan dan prosedur dijalankan dengan baik sesuai standar WHO. Mereka akan dipulangkan melalui Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Warga di Desa Penagi, Natuna, pun berniat melepas para WNI.

    Pemerintah Republik Indonesia mengapresiasi sikap masyarakat dan Pemerintah Daerah Natuna, Kepulauan Riau. Pihak Istana Negara menyatakan terima kasih atas keterlibatan dan pengertian warga Natuna.
     
    "Terimakasih sebanyak-banyaknya dan hormat sehormat-hormatnya untuk seluruh warga Natuna yang menjadi tuan rumah saudara sebangsa kita," kata juru bicara Presiden, M Fadjroel Rachman melalui keterangan resmi, Sabtu, 15 Februari 2020.






    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id