Antisipasi Korona, Pencairan Bantuan Keluarga Harapan Tahap II Dipercepat

    Ihfa Firdausya - 17 Maret 2020 12:14 WIB
    Antisipasi Korona, Pencairan Bantuan Keluarga Harapan Tahap II Dipercepat
    Jokowi saat membagikan bantuan secara simbolis kepada penerima PKH, ASLUT dan ASPDB. Foto: Metrotvnews.com/Isma
    Jakarta: Kementerian Sosial mempercepat jadwal pencairan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari semula April 2020 menjadi Maret 2020. Ini untuk mengantisipasi melemahnya daya beli masyarakat akibat penyebaran virus korona.

    “Setiap tahun, bantuan PKH diberikan empat tahap. Kalau sesuai jadwal disalurkan Januari, April, Juli, Oktober. Khusus tahap kedua ini, diajukan dari April menjadi Maret 2020,” kata Menteri Sosial Juliari P. Batubara, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020.

    Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, terang dia, daya beli keluarga penerima manfaat (KPM) PKH harus dijaga. Karena mereka yang sangat rentan terhadap pelambatan ekonomi akibat penyebaran virus korona (Covid-19).

    Juliari berharap percepatan pencairan dana PKH dapat menjaga daya beli KPM PKH. Para penerima manfaat juga dapat memanfaatkannya dengan baik untuk meningkatkan gizi anak sehingga terhindar dari penyebaran virus korona.

    “Jika gizi KPM terjaga akan mengurangi peluang mereka terserang penyakit termasuk covid-19. Dari laporan yang saya terima banyak KPM yang telah mencairkan dana mereka di sejumlah daerah,” terang dia.

    Baca: Luhut Akui Pandemi Korona Hambat Investasi

    Dalam catatan Kemensos, penerima manfaat telah mencairkan bantuan PKH pada tahap II. Antara lain para penerima manfaat di Kalimantan Selatan, Lampung (Kab. Lampung Timur, Pesawaran), Bengkulu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Banten (Pandeglang, Serang, dan Kab. Lebak), Jawa Tengah, Maluku dan Maluku Utara, Sulawesi Tengah, serta Sumatra Selatan.

    Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Pepen Nazaruddin menjelaskan bantuan pada tahap II lebih dari Rp7 triliun. “Sampai tanggal 10 Maret 2020 kemarin, yang diajukan dan telah cair dari Kementerian Keuangan senilai Rp7.014.888.950.000 untuk 9.214.185 KPM,” jelas Pepen.

    Pepen mengimbau KPM PKH tidak panik dengan kondisi yang berkembang belakangan ini. "Kita harapkan tidak ada gejolak harga makanan yang terjadi,” kata dia.

    Seorang KPM asal Kota Metro, Provinsi Lampung, Siti Rohani, merasakan percepatan pencairan PKH tahap II. Pedagang mainan ini mengaku senang bisa menerima PKH lebih cepat dari biasanya. Bantuan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan anaknya.

    “Uang ini akan saya gunakan untuk mencukupi kebutuhan gizi anak dan keperluan sekolah. Saya ambil seperlunya untuk memenuhi kebutuhan saja dan sisanya masih saya tabung di bank,” ungkap Siti.

    Presiden Joko Widodo sebelumnya menginstruksikan penggunaan anggaran kerja kementerian dapat turut diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi global virus korona.

    "Berkaitan dengan PKH (Program Keluarga Harapan) tahap kedua, tolong ini juga menyangkut uang yang besar agar bisa segera dimulai dan kalau bisa tolong juga dilihat apakah ada kemungkinan Menteri Keuangan menambah besaran dari PKH ini, sehingga akan memperkuat daya beli masyarakat," ujar Jokowi dalam rapat terbatas dengan para menteri melalui video konferensi, Bogor, Senin, 16 Maret 2020.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id