Pandemi dan Disrupsi Dorong Terjadinya Perubahan Pola Kerja Media

    Gervin Nathaniel Purba - 07 Oktober 2020 23:07 WIB
    Pandemi dan Disrupsi Dorong Terjadinya Perubahan Pola Kerja Media
    CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib. (Foto: Medcom.id/Husen Miftahudin)
    Jakarta: Situasi pandemi covid-19 dan disrupsi digital membuat industri media menghadapi tantangan yang semakin berat. Perubahan dan beradaptasi mengikuti zaman mau tidak mau harus dilakukan agar bisa bertahan.

    Menurut CEO Media Group Mohammad Mirdal Akib, situasi pandemi covid-19 mendorong terjadinya perubahan pada berbagai aspek kehidupan. Mulai dari perubahan cara penyampaian konten, cara berjualan, keuangan, hingga cara berbisnis.

    "Ada dua isu besar yang dihadapi saat ini. Pandemi covid-19 dan perubahan pola yang dipaksakan. Disruption yang terdisrupsi ini melahirkan wajah baru," ujar Mirdal, pada webinar Kalsul Series #6 SKK Migas-KKKS Kalimantan dan Sulawesi, dengan tema Media Digital, Kini, dan Tantangan Masa Depan, Rabu, 7 Oktober 2020.

    Kondisi ini juga mengubah peran dan tanggung jawab para karyawan di perusahaan media. Mirdal mencontohkan kondisi Metro TV pada divisi teknik/broadcasting memiliki sekitar 116 posisi jenis pekerjaan pada 2015. Saat ini hanya menyisakan 82 jenis pekerjaan. 

    "Sisanya digantikan oleh aplikasi, sisanya pindah ke fungsi lain yang baru," ujar Mirdal.

    Dari sisi penyampaian konten, saat ini redaksi di Media Group tidak hanya memikirkan konten untuk dimuat di koran, online, dan televisi saja. Seluruh redaksi memikirkan penyampaian konten ke seluruh platform. Hal ini memberikan masyarakat pilihan informasi yang akurat untuk memberantasi informasi palsu (hoaks).

    "Redaksi dan pengelola konten menyalurkan dengan connected TV, social TV, TV terestrial, online TV, media sosial, OTT, dan sebagainya. Hanya dengan satu dapur dan satu redaksi," ujarnya.

    Cara kerja awak media juga turut berubah mengikuti perkembangan zaman. Jurnalis kini tidak hanya fokus untuk membuat laporan di media cetak saja. Namun harus juga bisa membuat laporan untuk online, TV, bahkan podcast.

    "Konvergensi itu suatu keniscayaan. Jadi jurnalis hari ini jika disuruh liputan Piala Dunia, dia harus bisa mengambil gambar, membuat tulisan untuk online dan cetak, serta pengambilan gambar untuk dimuat di media sosial," kata Mirdal.

    Tantangan tersebut tidak hanya terjadi saat ini saja. Dia menilai perubahan cara penyampaian berita masih bisa terjadi pada beberapa tahun ke depan. Apalagi, saat ini pemerintah sedang memproyeksikan akan mengembangkan jaringan 5G pada 2022.

    Artinya, infrastruktur jaringan internet akan semakin maju. Hal ini mendorong perusahaan media untuk bisa melakukan penyiaran dengan lebih efektif dan efisien. Bisa saja peran manusia akan semakin minimal karena sudah tergantikan mesin.

    Melihat tantangan tersebut wartawan senior Wahyu Muryadi mengajak seluruh jurnalis untuk tidak menyerah pada situasi ini. Menurutnya, selama media, khususnya media cetak masih bisa menyajikan suatu berita berkualitas dan berpegang teguh pada independensinya, kepercayaan masyarakat akan terjaga dan tentunya bisa mendatangkan iklan.

    "Harus direnungkan juga apakah saya bisa menjadi wartawan yang benar dan proper (layak), dan apakah betul-betul tidak bisa dibeli. Jika bisa menjawab seluruh pertanyaan mendasar ini tentunya bisa meningkatkan kepercayaan diri untuk menjawab tantangan tersebut," kata Wahyu.

    Terkait penyelenggaraan webinar Kalsul Series #6 SKK Migas-KKKS Kalimantan dan Sulawesi, Kepala Perwakilan SKK Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) Syaifudin mengatakan, webinar merupakan bentuk dukungan SKK Migas terhadap awak media, khususnya di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

    "Diharapkan dapat memberikan motivasi melalui narasumber yang hebat kepada rekan-rekan media di Kalimantan dan Sulawesi," ucap Syaifudin.

    (ROS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id