Bantu Penanggulangan Bencana, Tokoh Kawanua Bentuk Tim Rescue

    Yogi Bayu Aji - 24 Oktober 2020 20:21 WIB
    Bantu Penanggulangan Bencana, Tokoh Kawanua Bentuk Tim <i>Rescue</i>
    Deklarasi KRI. Foto: Istimewa
    Jakarta: Sejumlah tokoh Kawanua, Sulawesi Utara (Sulut), membentuk Kawanua Rescue Indonesia (KRI). Tim ini didirikan lantaran tanggung jawab penanggulangan bencana di Tanah Air tak bisa hanya menjadi beban pemerintah. 

    Organisasi sosial kemasyarakatan ini dideklarasikan Ketua Umum, Max Ruland Boseke, di Kampus AMI-ASMI Pulomas, Jakarta Timur. Selain mantan Sekretaris Utama Badan SAR Nasional (Basarnas) itu, ada tokoh Kawanua lain yakni Theo Sambuaga, Inspektur Jenderal (Purn) Benny J Mamoto, Laksamana Muda (Purn) Willem Rampangile, Laksamana Muda (Purn) Desi Albert Mamahit, Inspektur Jenderal (Purn) Ronny F Sompie, Benny Ramdhani, Angelica Tengker, dan Kapten Djemmy R Sumakud. 

    Mendampingi Max Boseke, ada Pricylia Elviera Rondo sebagai sekretaris umum, dan Lisye Sumakud SInulingga sebagai bendahara umum. Gubernur Sulut duduk sebagai pelindung bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo dan kepala Basarnas. 

    Dalam sambutannya, Max Boseke mengingatkan Indonesia berada di garis cincin api Pasifik sehingga rawan dilanda bencana seperti letusan gunung api, gempa bumi, banjir, longsor hingga tsunami. Bencana akibat kelalaian manusia (human error) dan technical error juga kerap terjadi seperti kecelakaan pesawat, angkutan darat, kapal laut, kecelakaan kerja di pertambangan, kebakaran hutan, dan bencana lainnya. 

    Kehadiran BNPB dan Basarnas yang dimaksudkan untuk menanggulangi bencana dirasa belum cukup. Untuk itu, partisipasi masyarakat sangat diperlukan. 

    “Kehadiran KRI merupakan bukti nyata kepedulian warga Kawanua untuk melakukan kegiatan-kegiatan di bidang kemanusiaan, khususnya terkait penanganan bencana,” kata Max Boseke dalam keterangan tertulis, Sabtu, 24 Oktober 2020. 

    Baca: Angin Puting Beliung Rusak 109 Rumah di Kaliabang Bekasi

    Menurut dia, relawan yang direkrut KRI akan terjun langsung melakukan pertolongan di lokasi bencana. Untuk awal, kegiatan yang dilakukan berada pada fase tanggap darurat, yaitu evakuasi korban, dapur umum, dan trauma healing

    KRI telah menjalin kerja sama dan bersinergi dengan BNPB dan Basarnas. Selain secara bersama-sama terjun ke lapangan, KRI dengan BNPB dan Basarnas akan mendidik potensi-potensi SAR dari para pemuda di seluruh Indonesia. 

    Pada awalnya, KRI baru membuat kegiatan di wilayah Jabodetabek dan daerah terdekat yaitu Jawa Barat dan Banten. Ke depan, KRI akan dibentuk di seluruh wilayah Nusantara secara bertahap. 

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id