Warga Diimbau Taat Protokol Kesehatan, Bukan Bergantung ke Vaksin

    Yurike Budiman - 17 Oktober 2020 20:26 WIB
    Warga Diimbau Taat Protokol Kesehatan, Bukan Bergantung ke Vaksin
    Ilustrasi vaksin virus korona (covid-19). Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Vaksin covid-19 disebut tiba di Indonesia pada November 2020. Namun, publik diminta tak menggantungkan harapan hingga lalai karena vaksin bagian kecil modal perang melawan pandemi covid-19.

    "Jangan semata-mata menggantungkan harapan pada vaksin ini," kata Kepala Departemen Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata, Sugeng Ibrahim, dalam diskusi virtual bertajuk 'Yakin dengan Vaksin?', Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Kedatangan vaksin covid-19 hanyalah 1/6 modalitas melawan pandemi. Sugeng justru menganjurkan publik bisa lebih taat protokol kesehatan ketimbang berharap dengan vaksin, seperti gerakan #ingatpesanibu yang gencar dikampanyekan Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

    Ketaatan protokol kesehatan tersebut di antaranya menjalankan gerakan 3M, yakni rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, memakai masker, dan menjaga jarak.

    "Tingkatkan kepatuhan kita atas protokol dan kita tambal pakai vaksin, sampai semua penelitian dilakukan agar kita tidak dapat PHP (pemberi harapan palsu)," kata Sugeng.

    Baca: IDI: 3M Paling Efektif Melawan Covid-19

    Seiring menyiapkan vaksin, ia berharap pemerintah lebih fokus dalam menangani pandemi covid-19 di tanah air. Terutama dalam menegakkan aturan sesuai Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.

    Selain itu, Sugeng menyebut vaksin yang datang pada November 2020 hanya berjumlah 10 juta. Jumlah ini tak sebanding dengan rencana pemerintah yang menargetkan penyuntikan vaksin kepada 70 persen dari jumlah penduduk Indonesia, atau sekitar 170 juta orang.

    "Kemudian terkait izin, paling cepat Januari. Kalau pemerintah bisa datangkan vaksin Sinovac dari perusahaan farmasi asal London, AstraZeneca, itu rebutan. Semua butuh," kata dia.

    Pemerintah melalui #satgascovid19 tak bosan-bosannya mengampanyekan #ingatpesanibu. Jangan lupa selalu menerapkan 3M, yakni #pakaimasker, #jagajarak dan #jagajarakhindarikerumunan, serta #cucitangan dan #cucitanganpakaisabun.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id