Terpopuler Nasional: Anies Berkomitmen Memperbaiki Kualitas Udara Hingga Ali Kalora Tewas

    Nur Azizah - 19 September 2021 07:00 WIB
    Terpopuler Nasional: Anies Berkomitmen Memperbaiki Kualitas Udara Hingga Ali Kalora Tewas
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Medcom.id/Azizah



    Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkomitmen memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Hal itu sejalan dengan aspirasi yang disampaikan Koalisi Ibu Kota.
     
    "Kami sepemahaman dengan para penggugat dan kami mengambil tanggung jawab dengan berupaya melaksanakan apa yang digugatkan," kata Anies dalam keterangan tertulis, Sabtu, 18 September 2021.
     
    Anies juga mengajak masyarakat berperan aktif mengendalikan kualitas udara. Langkah itu bisa dimulai dari hal-hal yang dekat dengan keseharian.

    "Seperi mengawasi knalpot, mengecek emisinya, dan menghindari membakar sampah di tempat terbuka," ujar mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.
     
    Cara berikutnya, yakni lebih banyak menggunakan transportasi publik. Kemudian, menggunakan kendaraan yang sesedikit mungkin mengeluarkan emisi.
     
    "Bahkan kalau bisa gunakan kendaraan yang tidak mengeluarkan emisi seperti sepeda," kata Anies.
     
    Baca: Alasan Anies Tak Ajukan Banding Terhadap Gugatan Koalisi Ibu Kota
     
    Anies menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Pemprov DKI Jakarta tidak akan mengajukan banding. Pihaknya bakal melaksanakan putusan pengadilan demi kualitas udara yang lebih baik.
     
    "Karena setiap warga negara berhak atas lingkungan hidup yang sehat," kata dia.

     



    Baca selengkapnya di sini

    Berita Anies berkomitmen akan memperbaiki kualitas udara Jakarta menjadi artikel yang paling banyak di baca di Kanal Nasional Medcom.id. Artikel lain yang tak kalah menarik minat pembaca ialah ganjil genap di kawasan puncak dipermanenkan.

    Bupati Bogor Ade Yasin bersama Bupati Cianjur Herman Suherman menyepakati rekayasa lalu lintas sistem ganjil genap kendaraan di Jalur Puncak, Jawa Barat dipermanenkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
     
    "Kami intinya mendukung kebijakan pemerintah untuk ganjil-genap dan karena sudah 36 tahun kita melaksanakan one way (sistem satu arah), mudah-mudahan dengan ganjil-genap ada perubahan ataupun perbaikan," ungkapnya usai pertemuan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur di Puncak Pas, Cisarua, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 18 September 2021.
     
    Dia menilai, pemberlakuan sistem ganjl-genap ataupun sistem satu arah hanya penanganan kepadatan volume kendaraan jangka pendek. Menurutnya, pemerintah pusat bisa melanjutkan pembangunan jalan Jalur Puncak II atau Poros Timur Tengah (PTT) untuk penanganan jangka panjang.

    Bupati Cianjur Herman Suherman juga menyatakan sepakat jika sistem ganjil-genap yang kini memasuki tahap uji coba pekan ketiga dipermanenkan di Jalur Puncak.
     
    Ia hanya meminta ketika rekayasa lalu lintas tersebut dipermanenkan, warga Cianjur tetap bisa melintas Jalur Puncak meski pelat nomor kendaraannya tidak sesuai dengan tanggal diterapkannya sistem ganjil-genap.
     
    Baca: Menhub Minta Polri Kawal Ketat Ganjil Genap di Puncak
     
    "Ganjil-genap Kabupaten Cianjur sangat setuju, karena pemberlakuannya dikecualikan bagi warga kami, insya Allah tidak menggangu bahkan malah menguntungkan," kata Herman.
     
    Sistem ganjil-genap di Jalur Puncak yang berstatus jalan nasional itu didukung oleh lima Polres, yakni dari Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, dan Kabupaten Cianjur.
     
    Baca selengkapnya di sini

    Berita selanjutnya yang juga menyita perhatian pembaca terkait tewasnya pimpinan teroris di Poso, Ali Kalora.  Kontak tembak antara Satuan tugas Madago Raya dan kelompok Daftar Pencarian Orang (DPO) teroris Poso kembali terjadi di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu, 18 September 2021.
     
    Melansir Antara, dalam kontak tembak tersebut menewaskan dua orang teroris Poso. Salah satunya adalah pimpinan teroris Poso, Ali Ahmad alias Kalora dan satu orang anggotanya yakni Jaka Ramadhan.
     
    "DPO diduga Ali Kalora dan Jaka Ramadhan, saat ini dalam perjalanan menuju TKP," jelas Danrem 132 Tadulako, Brigjen TNI Farid Makruf.

    Kontak tembak terjadi pada Sabtu, 18 September 2021, sekitar pukul 17:20 Wita. Insiden itu terjadi  di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong.

    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id