Ditilang Polisi Padahal Knalpot Standar, Pengendara Ducati Protes

    Adri Prima - 08 Juni 2021 15:06 WIB
    Ditilang Polisi Padahal Knalpot Standar, Pengendara Ducati Protes
    Ducati. metrotvnews



    Jakarta - Sebuah video viral di media sosial menunjukkan rombongan moge ditilang polisi. Hal yang menarik adalah mereka ditilang karena polisi menganggap knalpot yang mereka gunakan jenis knalpot bising alias bukan knalpot standar. 

    Padahal, sang pemilik motor sudah berusaha menjelaskan kepada anggota Polantas kalau knalpot tersebut merupakan knalpot standar bawaan Ducati. Kejadian ini terjadi Minggu, 6 Juni 2021, akhir pekan kemarin, saat beberapa riders Ducati menggelar Sunmori.

     



    Sekitar pukul 07.30 WIB di kawasan Senayan City, mereka disetop dan ditilang oleh petugas. "Ini motor standar, benar-benar standar dari sananya pak," kata si pemilik motor. 

    Meski begitu, polisi tetap memilih untuk melakukan penilangan. Tak tinggal diam, para rombongan moge tersebut terlihat terus berupaya meyakinkan polisi kalau knalpot motor mereka benar-benar bawaan pabrik. 

    "Ini knalpot standarnya Ducati, kok ditilang ya," ujar pria lainnya.

    Sementara itu, Kepala Satuan Patwal Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Argo Wiyono akhirnya buka suara.

    Menurut Argo, awalnya situasi di lapangan memang sangat banyak rombongan moge sehingga petugas langsung inisiatif memberhentikan rombongan tersebut karena mendengar suara knalpot yang terlalu bising. 

    "Saat itu situasi di lapangan karena rombongannya (pengemudi Ducati) ramai. Petugas inisiatif saja. Untuk menghindari keributan, langsung ditilang," ujar Argo Wiyono kepada wartawan, Senin, 7 Juni 2021.
     

    Tilang dibatalkan

    Pengendara Ducati yang melayangkan protes akhirnya diminta hadir ke Polda Metro Jaya. Karena terbukti menggunakan knalpot standar, maka tilang mereka dibatalkan. 

    Polisi mencabut surat tilang kepada pemilik Ducati Streetfighter V4S. Namun, belasan motor lainnya tetap ditilang karena terbukti menggunakan knalpot bising alias bukan standar. 

    Argo menjelaskan, pihak kepolisian saat merazia knalpot bising biasanya juga inisiatif memberhentikan moge demi menghindari kecemburuan pengendara lain. 

    "Intinya, anggota di jalan itu adalah situasional dan mempertimbangkan asas keadilan dan tidak hanya kendaraan yang kecil tapi motor-motor besar juga kita perlakukan yang sama karena tidak ada pilih kasih," beber Argo. 

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id