Pemerintah Masih Negosiasi Penjemputan WNI Diamond Princess

    Nur Azizah - 26 Februari 2020 13:14 WIB
    Pemerintah Masih Negosiasi Penjemputan WNI Diamond Princess
    Sebanyak 238 WNI dari Wuhan, Tiongkok, tiba di Batam, Kepri. Foto: Dokumentasi Kementerian Luar Negeri
    Jakarta: Presiden Joko Widodo menegaskan negara tak lepas tangan terhadap 69 warga negara Indonesia (WNI) di Kapal Diamond Princess, Yokohama, Jepang. Mereka tetap dievakuasi dengan melewati berbagai pertimbangan.

    "Tetap (diperhatikan). Masih dalam proses (negosiasi dengan pemerintah Jepang)" kata Jokowi di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Februari 2020.

    Hingga saat ini, pemerintah belum memutuskan akan menjemput mereka menggunakaan kapal atau pesawat. Pasalnya, kedua moda transportasi ini memiliki masalah yang berbeda.

    "Ada risiko dan hitung-hitungan semuanya. Pulaunya di mana juga belum. Jangan dianggap mudah," ujar dia.

    Mantan Gubernur DKI Jakarta ini tak mau terburu-buru. Bagaimana juga, lanjut dia, pemerintah harus memperhatikan keselamatan 267 juta penduduk Indonesia.

    "Saya juga pesan ke para menteri, ke menko (menteri koordinator), hati-hati mengalkulasi, seperti (observasi)  ke Natuna (Kepulauan Riau) kemarin," tegas Jokowi.

    Saat ini, pemerintah fokus dengan proses evakuasi 188 WNI di Kapal World Dream. Mereka dijadwalkan diobservasi di Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, mulai Jumat, 28 Februari 2020.

    Pemerintah Masih Negosiasi Penjemputan WNI Diamond Princess
    Presiden Joko Widodo bersiap di Bandara Halim Perdanakusuma untuk terbang ke Bandung, Jabar. Foto: Istimewa

    Baca: 762 Personel TNI Dikerahkan ke Kepulauan Seribu

    Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyebut evakuasi 69 WNI di Diamond Princess tak boleh sembarang. Diamond Princess sudah menjadi pusat penyebaran virus korona (covid-19) setelah Wuhan, Tiongkok.

    "Di Diamond Princess kan ada sembilan orang yang sudah terinfeksi. Sudah menjadi episentrum baru," kata Muhadjir di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 25 Februari 2020.

    Pemerintah sempat berencana menjemput 69 WNI dengan menggunakan kapal rumah sakit Suharso. Namun, opsi itu ditolak 69 WNI karena perjalanan kapal memakan waktu lama.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id