comscore

Epidemiolog: Kasus Omicron Transmisi Lokal Perlu Dipisahkan

Antara - 17 Januari 2022 12:27 WIB
Epidemiolog: Kasus Omicron Transmisi Lokal Perlu Dipisahkan
Ilustrasi/Medcom.id
Jakarta: Ahli epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Iwan Ariawan mengatakan kasus covid-19 varian Omicron dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) dan transmisi komunitas perlu dipisahkan. Menurutnya, 75 persen kasus covid-19 saat ini berasal dari pelaku perjalanan luar negeri. 

"Masyarakat harus menyikapi kenaikan kasus ini dengan waspada, tetapi tidak perlu panik. Cara pencegahan covid-19 varian apa pun tetap sama, yaitu protokol kesehatan, testing, lacak, isolasi, dan vaksinasi," katanya, dilansir dari Antara, Minggu, 16 Januari 2022.
Menurut dia, semakin banyak penduduk yang memiliki antibodi terhadap covid-19 pada jumlah yang memadai, akan sangat bermakna mengurangi penularan, hospitalisasi, dan kematian. Dia juga menilai jika strategi pemerintah berjalan dengan baik, masyarakat selalu taat protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi, Indonesia bisa melewati periode kenaikan kasus covid-19.

Menurutnya, kenaikan kasus covid-19 saat ini disebabkan oleh penyebaran varian Omicron dan peningkatan mobilitas penduduk dan kerumunan saat libur akhir tahun. 

Baca: Presiden Menginstruksikan Sekolah Tak Menyebar Surat Kesediaan Vaksinasi Anak

"Pada kasus Omicron, banyak kasus terdeteksi pada PPLN, yang berarti karantina kita berfungsi untuk mencegah kasus dari luar negeri ini menyebar di masyarakat," kata dia.

Percepat vaksinasi

Pemerintah pusat meminta seluruh kepala daerah agar mempercepat pelaksanaan vaksinasi covid-19 untuk mencegah penyebaran varian Omicron. Selain itu, penegakan disiplin protokol kesehatan harus ditingkatkan.

Per Sabtu, 15 Januari 2022, kasus positif covid-19 varian Omicron di Tanah Air mencapai 748 orang. Juru Bicara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jodi Mahardi mengatakan bahwa pemerintah akan terus mendorong vaksinasi dosis kedua untuk umum dan lansia, terutama di provinsi, kabupaten, dan kota yang belum mencapai 70 persen. 

"Pak Menko (Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan) sudah memohon khusus kepada seluruh kepala daerah dan pimpinan wilayah di daerah-daerah yang dosis dua umum dan lansia masih di bawah 70 persen untuk mempercepat vaksinasi supaya memberikan perlindungan terhadap varian Omicron," kata Jodi.

Baca: Tren Covid-19 Meningkat, BOR di DKI Naik

Jodi menjelaskan pemerintah menyiapkan langkah-langkah mitigasi seperti akselerasi vaksin booster bagi seluruh masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah Jabodetabek dan penegakan protokol kesehatan yang lebih masif. 

"Persyaratan masuk ke tempat publik akan diperketat, hanya yang sudah vaksinasi dua kali dapat beraktivitas di tempat publik," kata Jodi.

Jodi menuturkan pemerintah akan terus memantau secara ketat perkembangan dan lonjakan kasus yang disebabkan Omicron. Kemudian, memastikan sistem kesehatan sudah cukup siap dalam menghadapi penambahan kasus. 

"Namun, langkah-langkah preventif dari kesadaran masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan merupakan kunci utama menekan laju penyebaran kasus ini," kata dia.

(UWA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id