comscore

Kasus Harian Merangkak Naik, Pemerintah Optimalkan Upaya Penanganan

Ferdian Ananda - 02 Juli 2022 11:36 WIB
Kasus Harian Merangkak Naik, Pemerintah Optimalkan Upaya Penanganan
Juru bicara pemerintah untuk penganan covid-19 Wiku Adisasmito. Foto: Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez.
Jakarta: Kasus harian covid-19 merangkak naik. Juru bicara pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan terjadi juga tren kenaikan keterisian tempat tidur (BOR) di RSDC Wisma Atlet. 

Namun, kata dia, rata-rata dampaknya terpantau tidak menimbulkan angka kematian tinggi di berbagai negara. Para ilmuwan berpendapat hal ini dikarenakan hybrid immunity yang dihasilkan vaksinasi maupun infeksi covid-19.
"Berkaca dari hal ini pemerintah Indonesia berusaha tetap optimal dalam melakukan seluruh upaya pengendalian, baik melalui vaksinasi maupun implementasi protokol kesehatan," kata Wiku dalam keterangan tertulis, Sabtu, 2 Juli 2022.
 

Baca: Kasus Covid-19 di Bali Naik, Warga Diminta Tak Panik


Pemerintah menyadari pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, sebagai perilaku berkelanjutan dalam penanganan covid-19. Prinsipnya, masyarakat harus tetap siaga, disiplin, dan pantang lalai baik saat kondisi kasus covid-19 naik maupun melandai.

Ia menambahkan adanya berbagai keringanan yang diberikan kepada masyarakat dalam beraktivitas, seperti kapasitas yang meningkat maupun pemakaian masker hanya di dalam ruang harus dijalankan secara bertanggung jawab. Terlebih, kepada orang yang sakit agar tidak beraktivitas terlebih dahulu dan wajib bermasker.

"Hal ini sebagai bentuk antisipasi jika nantinya terdapat kemunculan varian baru atau kenaikan kasus yang tidak terelakkan. Sehingga setidaknya tidak terjadi lonjakan angka kasus maupun angka kematin yang signifikan," ungkap Wiku.

Tren kenaikan kasus covid-19 secara global maupun nasional saat ini dipicu munculnya subvarian baru Omicron yaitu BA.4 dan BA.5. Data Global Initiative on Sharing ALL Influenza Data (GISAID), dalam satu bulan terakhir ada 99 persen lebih varian Omicron yang dilaporkan dari Indonesia, termasuk BA.4 dan BA.5. Secara geografis persebarannya cukup merata di Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id