JK Memastikan Dampak Gempa Banten Akan Ditangani dengan Baik

    Antara - 03 Agustus 2019 15:43 WIB
    JK Memastikan Dampak Gempa Banten Akan Ditangani dengan Baik
    Wakil Presiden jusuf Kalla - Medcom.id/Dheri Agriesta.
    Sumbawa: Wakil Presiden Jusuf Kalla memastikan dampak bencana gempa di barat daya Sumur, Banten, akan ditangani dengan baik. Pemerintah siap memberikan bantuan kepada para korban gempa.

    "Semoga gempa itu tidak menyebabkan banyak korban seperti yang sebelumnya. Namun apabila ada, pemerintah akan selalu siap dan PMI akan siap membantu," kata JK di di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Lombok, Sabtu, 3 Agustus 2019.

    JK mengaku belum menerima laporan dari Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana soal jumlah korban  dan kerusakan akibat gempa.

    "Saya belum dapat laporannya, karena baru semalam. Pasti itu ditangani juga dengan baik, prosedurnya ada," ujar dia.

    Baca: 94 Rumah di Pandeglang Rusak Akibat Gempa Banten

    Gempa dengan magnitudo 6,9 melanda Banten. Gempa terjadi pukul 19.03 WIB, Jumat, 2 Agustus 2019. Titik gempa berada di 7,54 LS dan 104,58 BT atau 147 km barat daya Banten di kedalaman 10 km.

    Fenomena ini sempat berpotensi menyebabkan tsunami. Namun, kemudian Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencabut peringatan tsunami tersebut beberapa jam setelah gempa.

    Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten mencatat ada sekitar 178 bangunan terdiri dari rumah, sekolah, dan masjid rusak akibat gempa. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Banten Kusmayadi merinci dari 178 bangunan yang rusak, dua di antaranya rusak sedang, sisanya rusak ringan. 

    "Jumlah tersebut tersebar di beberapa kecamatan di tiga kabupaten," kata Kusmayadi, Sabtu, 3 Agustus 2019.
     
    Bangunan yang rusak ringan paling banyak di Kabupaten Pandeglang ada sekitar 139 bangunan rusak ringan dan satu rusak sedang tersebar di sekitar 17 kecamatan di Kabupaten Pandeglang. 

    Kemudian di Kabupaten Lebak terdapat 31 bangunan rusak ringan dan satu bangunan rusak sedang yang tersebar di 13 kecamatan.
     
    "Di Kecamatan Mandalawangi Pandeglang dari 51 bangunan yang rusak itu terdiri dari 43 rumah, empat madrasah, tiga masjid dan satu pondok pesantren," kata Kusmayadi.
     
    Sedangkan di Kabupaten Serang ada enam bangunan rusak ringan, dan satu bangunan rusak sedang di empat kecamatan, yakni di Kecamatan Cikeusal, Carenang, Cinangka dan Kecamatan Pamarayan.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id