Antisipasi Mutasi, Satgas Teliti Sampel Covid-19 di Kudus dan Bangkalan

    Antara - 10 Juni 2021 08:35 WIB
    Antisipasi Mutasi, Satgas Teliti Sampel Covid-19 di Kudus dan Bangkalan
    Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 5 Januari 2021. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto



    Jakarta: Pemerintah sedang mendalami potensi kemunculan varian baru virus SARS-CoV-2 penyebab covid-19 di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah; dan Bangkalan, Jawa Timur. Kedua wilayah itu mengalami lonjakan kasus covid-19 usai pergerakan warga pada libur Lebaran 2021.

    "Terkait perkembangan varian pada daerah yang mengalami lonjakan, sampel dari daerah tersebut sudah diambil dan masih diteliti," kata juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 10 Juni 2021.

     



    Menurut dia, kesimpulan soal sebab akibat varian covid-19 terhadap peningkatan laju penularan kasus di dua daerah tersebut masih membutuhkan studi mendalam. Lonjakan kasus di Kudus menjadi dampak dari kegiatan wisata religi ziarah dan tradisi kupatan tujuh hari usai Lebaran.

    Baca: AS Akan Beli 500 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Untuk Diberikan ke 100 Negara

    Di Bangkalan, kata Wiku, lonjakan kasus covid-19 diakibatkan penularan klaster keluarga karena mudik Lebaran. Untuk mengantisipasi hal ini, pemerintah pusat bertindak cepat dengan berkoordinasi dan mengirimkan bantuan.

    "Bantuan tersebut diberikan untuk mempermudah daerah mengendalikan kasus yang sedang tinggi, seperti mengkonversi tempat tidur untuk pelayanan kesehatan, maupun intensifikasi pelaksanaan pengetatan kembali protokol kesehatan," kata Wiku.

    Di sisi lain, Wiku mencatat sejauh ini cakupan vaksinasi di Jawa Tengah dan Jawa Timur berada di kisaran 19 persen. Cakupan vaksinasi bakal ditingkatkan demi mencapai kekebalan kelompok.

    "Namun secara nasional cakupan vaksinasi tenaga kesehatan sudah mencapai 94,97 persen. Perlu diingat, bahwa jika sudah divaksinasi secara penuh, protokol kesehatan harus dilaksanakan secara penuh," kata Wiku Adisasmito.
     

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id