Headline News

    Regulasi Baru, Begini Prosedur Kedatangan WNA di Bandara

    MetroTV - 22 September 2021 04:00 WIB
    Regulasi Baru, Begini Prosedur Kedatangan WNA di Bandara
    Pemerintah semakin memperketat prosedur skrining untuk mengantisipasi masuknya varian baru virus korona. Metro TV



    Tangerang: Indonesia membuka kembali akses perjalanan udara bagi penumpang dari luar negeri menyusul pandemi covid-19 yang semakin melandai. Pemerintah semakin memperketat prosedur skrining untuk mengantisipasi masuknya varian baru virus korona.

    “Kita perlu mengantisipasi agar (varian baru covid-19) tidak masuk wilayah Indonesia, dan dalam hal ini pemerintah mengeluarkan kebijakan yaitu tadi melalui SE Nomor 74 Kemenhub tahun 2021,” jelas Senior Manager Branch Communication & Legal Bandara Soekarno Hatta Holik Muardi dalam tayangan Headline News di Metro TV, Selasa, 21 September 2021.

     



    Pemerintah hanya membuka dua entry point masuk wilayah Indonesia, yaitu melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang dan Bandara Sam Ratulangi, Manado. Mengacu pada SK Nomor 74 Kemenhub Tahun 2021, WNA harus melewati enam checkpoint di Bandara.

    Pada checkpoint pertama penumpang akan diarahkan ke area holding B untuk pendataan. Setelah itu, KKP Kementerian Kesehatan akan melakukan verifikasi dokumen kesehatan di checkpoint kedua. Checkpoint ketiga untuk melakukan tes PCR.

    Checkpoint tiga penumpang akan dites PCR, dimana di sini ada sekitar 20 bilik tes PCR yang disediakan oleh pihak bandara untuk mengantisipasi adanya penumpukan penumpang,” ujar jurnalis Metro TV Yusrin Zata melaporkan dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

    Penumpang akan mengurus dokumen imigrasi dan juga bea cukai pada checkpoint keempat. Checkpoint kelima yaitu mengarahkan penumpang ke area holding untuk persiapan karantina dan penyampaian hasil tes PCR. Kemudian, checkpoint keenam untuk mengarahkan penumpang ke arah penjemputan transportasi.

    Pemerintah memang menerapkan regulasi baru dengan melakukan tes PCR di bandara, yang mana sebelumnya dilakukan di hotel tempat karantina. Kebijakan ini untuk memfilter langsung penumpang yang berpotensi positif covid-19.

    “PCR di bandara ini tujuannya untuk memilah lebih awal penumpang yang positif dan negatif, sehingga nanti apabila ada yang positif, tentu ada treatment tersendiri yang dilakukan,” kata Holik. (Widya Finola Ifani Putri)

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id