Profil Mochtar Kusumaatmadja: Menteri di Era Order Baru yang Meninggal Dunia

    Patrick Pinaria - 06 Juni 2021 18:07 WIB
    Profil Mochtar Kusumaatmadja: Menteri di Era Order Baru yang Meninggal Dunia
    Mantan Menteri Mochtar Kusumaatmaja (Foto: Antara)



    Jakarta: Kabar duka menghampiri Tanah Air. Mantan menteri pada era order baru, Mochtar Kusumaatmadja meninggal dunia pada Minggu 6 Juni.

    Kabar Mochtar meninggal dunia itu dikonfirmasi langsung oleh Kantor Staf Presiden (KSP) lewat akun Twitter resmi mereka. Namun, belum diketahui penyebab Mochtar meninggal dunia.

     



    "Kantor Staf Presiden (KSP) turut berduka cita yang mendalam atas wafatnya Mochtar Kusumaatmadja," demikian pernyataan KSP.

    Kabar Mochtar meninggal dunia menjadi duka mendalam buat Indonesia. Bukan apa-apa. Mochtar merupakan salah satu sosok yang berjasa untuk Indonesia lantaran pernah terlibat dalam pemerintahan era order baru yang dipimpin Presiden Soeharto.

    Pada masa itu, Mochtar dipercaya menjadi dua jabatan menteri berbeda. Jabatan menteri pertama yang ia terima adalah Menteri Kehakiman Indonesia (1973 hingga 1978). Kemudian, Mochtar mendapat jabatan sebagai Menteri Luar Negeri pada 1978 hingga 1988.

    Namun, jauh sebelum memegang dua jabatan menteri, Mochtar memulai karier diplomasi pada usia 29 tahun. Bahkan, pada awal karier, pria kelahiran Jakarta 17 Februari 1929 itu sudah menjadi perwakilan Indonesia pada Konferensi Hukum Laut, Jenewa, Colombo, dan Tokyo. Ia mewakili bidang tersebut selama tiga tahun (1958-1961).

    Malang bagi Mochtar. Ia harus kehilangan pekerjaan sebagai jabatan guru besar Unpad selang setahun. Pemecatan itu harus diterima Mochtar lantaran berani mengkritik pemerintah terkait Manifesto Politik Soekarno.

    Namun, pemecatannya justru tak membuat Mochtar kehilangan jati diri. Ia justru memanfaatkan kehilangan pekerjaannya itu dengan melanjutkan kuliah di Harvard Law School (Universitas Harvard) dan Universitas Chicago, Trade of Development Research Fellowship tahun 1964-1966.

    Karier Mochtar pun semakin melejit usai pergantian pemerintahan Soekarno menjadi pemerintahan Soeharto. Pada era Soeharto, Mochtar pertama kali ditunjuk menjadi Menteri Kehakiman Kabinet Pembangunan II pada 28 Maret 1973.

    Selang lima tahun, Mochtar akhirnya diangkat sebagai Menteri Luar Negeri. Selama menjabat sebagai Menlu, kinerja Mochtar dianggap lebih baik ketimbang saat menjabat Menkeh.

    Terlepas dari jabatannya sebagai menteri dan perjalanan kariernya di bidang diplomasi, Mochtar ternyata menggemari olahraga catur. Bahkan, di tengah kesibukannya sebagai Menlu, ia acap kali menyediakan waktu bermain catur, terutama pada perayaan hari-hari besar di departemen yang dipimpinnya.

    Kecintaannya terhadap dunia catur pula membuat Mochtar juga terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi). Ia menjabat sebagai Ketum Percasi pada 1985.

    Selain itu, Mochtar mendirikan kantor hukum bernama Mochtar Karuwin Komar (MKK). Menariknya, kantor hukum ini merupakan kantor hukum pertama yang mempekerjakan pengacara asing.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id