IDI Imbau Peserta Demo UU Ciptaker Isolasi Mandiri

    Media Indonesia - 12 Oktober 2020 03:08 WIB
    IDI Imbau Peserta Demo UU Ciptaker Isolasi Mandiri
    Ilustrasi isolasi mandiri. Medcom.
    Jakarta: Aksi demo Undang-Undang Cipta Kerja (Ciptaker) berpotensi menimbulkan klaster baru covid-19 (korona). Sebab, para peserta tidak mematuhi protokol kesehatan, seperti menjaga jarak dan memakai masker.

    “Yang bisa dilakukan adalah mengimbau peserta demonstrasi melakukan isolasi mandiri dan menerapkan 3M (menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan),” kata Humas PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Halik Malik kepada Media Indonesia, Minggu, 11 Oktober 2020.

    Halik menuturkan pemerintah dan para pemangku kepentingan perlu menyerukan kepada peserta demo untuk menerapkan isolasi mandiri dan protokol kesehatan, serta melakukan penilaian terhadap risiko diri masing-masing. Peserta demo yang merasakan gejala covid-19, harus segera melapor kepada petugas kesehatan.

    Pelaporan untuk tindakan pengobatan serta membantu upaya tracing. Halik meminta pemerintah daerah di wilayah yang terjadi aksi demo menyiapkan fasilitas kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19. Pemeriksaan dan penelusuran kontak juga harus ditingkatkan.

    (Baca: Polri: 145 Pedemo UU Ciptaker Reaktif Covid-19)

    Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Dokter Gigi (PDGI) Indonesia Hananto Seno menuturkan penambahan kasus penderita covid-19 secara nasional sudah tinggi sebelum demo. Dia khawatir muncul kasus baru dari kalangan pedemo karena transmisi covid-19 di tengah kerumunan orang tidak dapat dihindari.

    “Penambahan terus menerus yang tinggi ini mengakibatkan beban rumah sakit juga meningkat, ditambah banyaknya korban dari pedemo yang harus ditangani. Hal ini juga berdampak perlu kerja ekstra bagi nakes (tenaga kesehatan) di mana pun berada,” tutur dia.

    Sebelumnya, polisi menangkap 3.862 pedemo menolak Undang-Undang Cipta Kerja yang membuat kerusuhan di sejumlah wilayah. Ribuan orang itu telah menjalani rapid test virus korona di masing-masing kepolisian daerah (polda).
     
    "Dari hasil rapid ditemukan ada 145 reaktif covid-19," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 9 Oktober 2020.
     
    Argo tak memerinci di daerah mana saja temuan kasus covid-19 ini. Dia hanya menyebut ada 34 pedemo di DKI Jakarta yang reaktif covid-19. Para pedemo yang reaktif itu ditangani oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id