Erick Thohir Blak-Blakan Soal Pengadaan Vaksin kepada Susi

    Yogi Bayu Aji - 08 Oktober 2020 01:34 WIB
    Erick Thohir Blak-Blakan Soal Pengadaan Vaksin kepada Susi
    Menteri BUMN Erick Thohir bersama eks Menteri Kelautan Susi Pudjiastuti dan aktris Cinta Laura di acara Susi Cek Ombak, Rabu, 7 Oktober 2020. Foto: Dokomentasi Metro TV
    Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menjadi bintang tamu dalam acara Susi Cek Ombak. Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang memandu acara pun meminta Erick blak-blakan soal pengadaan vaksin virus korona (covid-19).

    "Banyak orang bilang (covid-19) selesai (kalau) ada vaksin. Nah vaksin ini on and off, on and off. Hari ini lihat Pak Erick (bilang) misalnya dengan Bu Menlu (Menteri Luar Negeri Retno Marsudi) akan datang vaksin. Besok berubah lain. Nah, ini ceritanya bagaimana kondisi vaksin yang sebenarnya," kata Susi dalam Susi Cek Ombak, Metro TV, Rabu, 7 Oktober 2020.

    Kepada Susi dan aktris Cinta Laura yang ikut tampil di Susi Cek Ombak, Erick menerangkan pengadaan vaksin masih di dalam trek. Dia mencontohkan untuk jangka pendek, pemerintah bekerja sama pengadaan vaksin dengan dua negara: Uni Emirat Arab (UEA) dan Tiongkok. 

    Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional itu menyebut grup G42 dari UEA berkomitmen menyediakan 10 juta vaksin pada akhir 2020. Untuk 2021, G42 berencana mengirimkan 50 juta vaksin sehingga total ada 60 juta vaksin dari UEA.

    Sementara itu, perusahaan biofarmasi Sinovac dari Tiongkok akan menyuplai 20 juta vaksin di 2020. Untuk 2021, Sinovac siap menyediakan 230 vaksin sehingga ada 250 juta vaksin dari Tiongkok. Total Indonesia diperkirakan memiliki 310 juta vaksin dari UEA dan Tiongkok.

    Namun, Erick mengupayakan Indonesia mendapatkan 340 juta vaksin untuk disuntikkan kepada 170 juta warga atau 70% populasi Tanah Air. Dia mematok pengadaan hingga 340 juta vaksin karena satu orang penduduk divaksinasi hingga dua kali.

    Pengusaha pendiri Mahaka Group itu mengakui jumlah vaksin ini belum cukup. Untuk itu, pemerintah mendekati perusahaan farmasi ternama dunia, seperti AstraZeneca, Pfizer, hingga Johnson & Johnson.

    "Kita juga kerja sama dengan WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) Unicef (Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa) itu tambahan juga supaya kalau bisa terkover seluruh penduduk sebelum terkover vaksin merah putih," jelas dia.

    Baca: Ridwan Kamil Sebut Ada 2 Vaksin Korona

    Menurut dia, vaksin merah putih buatan dalam negeri menjadi program jangka panjang pemerintah. Vaksin ini akan diuji klinis tahap satu hingga tiga pada 2021. Bahan antigenik untuk menghasilkan kekebalan terhadap penyakit itu kemudian diproduksi pada 2022.

    "Vaksin merah putih konsepnya dua ada, yang gratis bantuan pemerintah, ada yang bayar sendiri. Bu Susi bayar sendiri, Cinta Laura juga bayar mandiri, Saya juga bayar mandiri," ungkap Erick.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id