Kemenkes Setop Sementara Distribusi Batch Vaksin AstraZeneca

    Fachri Audhia Hafiez - 16 Mei 2021 15:16 WIB
    Kemenkes Setop Sementara Distribusi <i>Batch</i> Vaksin AstraZeneca
    (Ilustrasi) Vaksin AstraZeneca disimpan di sebuah farmasi di Vercelli, Italia pada 15 April 2021. AFP/Marco Bertorello



    Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menghentikan sementara distribusi vaksin AstraZeneca kumpulan produksi atau batch CTMAV547. Sebab, ada laporan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) serius yang diduga berkaitan dengan batch tersebut.

    "Tidak semua batch vaksin AstraZeneca dihentikan distribusi dan penggunaannya, hanya batch CTMAV547 yang dihentikan sementara," kata juru bicara vaksinasi covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi dalam keterangan tertulis, Minggu, 16 Mei 2021.

     



    Penghentian sementara distribusi tersebut untuk memberi waktu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan uji toksisitas dan sterilisasi. Investigasi dan pengujian BPOM itu memerlukan waktu hingga dua pekan.

    "Ini bentuk upaya kehati-hatian pemerintah untuk memastikan keamanan vaksin ini," ujar Nadia.

    Nadia menuturkan, batch CTMAV547 berjumlah 448.480 dosis. Jumlah itu merupakan bagian dari 3.852.000 dosis AstraZeneca yang diterima Indonesia pada 26 April 2021 melalui skema Covax Facility atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    "Batch ini sudah didistribusikan untuk TNI dan sebagian ke DKI Jakarta dan Sulawesi Utara," terang Nadia.

    Baca: Hasil Investigasi Belum Keluar, Pemerintah Tetap Gunakan Vaksin AstraZeneca

    Komisi Nasional (Komnas) KIPI, kata Nadia, telah merekomendasikan BPOM untuk melakukan uji sterilisasi dan toksisitas terhadap batch tersebut. Pasalnya, tidak cukup data untuk menegakkan diagnosis penyebab dan klasifikasi dari KIPI yang dihasilkan dari CTMAV547.

    Nadia menegaskan, batch AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan. Sehingga masyarakat tidak perlu ragu terhadap khasiat vaksin tersebut.

    "Penggunaan vaksin AstraZeneca tetap terus berjalan dikarenakan vaksinasi covid-19 membawa manfaat lebih besar," kata Nadia.

    Berdasarkan data Komnas KIPI, tak ada kejadian warga meninggal dunia akibat vaksinasi covid-19 di Indonesia. Kasus orang yang statusnya telah divaksinasi meninggal dipastikan karena penyebab lain.

    "Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak termakan oleh hoaks yang beredar," tegas Nadia.
     

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id