Pelatihan Public Speaking Dibutuhkan Penerus Bangsa

    Anggi Tondi Martaon - 15 Oktober 2020 12:41 WIB
    Pelatihan <i>Public Speaking</i> Dibutuhkan Penerus Bangsa
    Head of Corporate Communications Metro TV Fifi Aleyda Yahya dalam pelatihan public speaking yang merupakan bagian Program Metro TV Berbagi. Dok. Istimewa
    Jakarta: Pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Gedongan, Cirebon, Jawa Barat, menyambut baik pelatihan public speaking yang dilakukan Metro TV. Pelatihan ini sangat dibutuhkan para santri sebagai penerus bangsa agar mahir menyampaikan pesan kepada khalayak.

    "Ini (pelatihan public speaking) adalah sebuah kemajuan karena bagaimanapun santri adalah generasi masa depan," kata pengasuh Ponpes Gedongan Aghuts Muhaimin dalam pelatihan public speaking yang merupakan bagian Program Metro TV Berbagi, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Dia mengatakan setiap orang harus memiliki kemampuan public speaking yang baik. Pesan yang disampaikan seseorang tidak akan bisa ditangkap oleh masyarakat bila tidak terampil dalam public speaking. Bahkan, pesan yang disampaikan bisa menimbulkan masalah.

    Dia mencontohkan seorang pejabat yang tidak bisa menarasikan kebijakan dengan baik. Ketidakmampuan pejabat tersebut menyampaikan kebijakan justru menjadi sumber permasalahan.

    "Konflik sering terjadi karena ketidakmampuan menarasikan kebijakan," ungkap dia.

    Hal senada disampaikan Head of Corporate Communications Metro TV Fifi Aleyda Yahya. Menurut dia, semua orang harus memiliki keterampilan dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat.

    "Betapa pentingnya menyampaikan narasi secara tepat," kata Fifi.

    Baca: Metro TV Berbagi Beri Edukasi Public Speaking

    Fifi berharap pelatihan public speaking ini bermanfaat bagi santri Ponpes Gedongan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Metro TV meningkatkan kualitas penerus bangsa.  

    Program Metro TV Berbagi

    Metro TV Berbagi merupakan program corporate social responsibility (CSR) Metro TV. Program ini rutin digelar untuk berbagi ilmu ke instansi pendidikan.

    "Sebenarnya kami lakukan secara tatap muka ke SMA, madrasah, ponpes ke seluruh Indonesia," kata Fifi.

    Format kegiatan ini disesuaikan karena Indonesia tengah dilanda wabah virus korona. Sehingga, pelatihan yang diikuti 60 santri itu digelar daring.

    "Maunya sih tatap muka, tapi karena protokol covid-19 kami harus melakukan dengan cara online," ujar dia.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id