20 Perkara Hubungan Sesama Jenis Prajurit TNI Diputus Bebas

    Medcom - 14 Oktober 2020 13:34 WIB
    20 Perkara Hubungan Sesama Jenis Prajurit TNI Diputus Bebas
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Sebanyak 20 perkara hubungan sesama jenis yang masuk ke Peradilan Militer diputus bebas. Putusan ini membuat marah petinggi di jajaran markas besar TNI Angkatan Darat.

    "(Semua perkara) diputus bebas. Ini sumber kemarahan pimpinan TNI AD," kata Ketua Kamar Militer Mayjen (Purn) Mahkamah Agung Burhan Dahlan saat berbicara dalam acara Pembinaan Teknis dan Administrasi Yudisial pada Lingkungan Peradilan Seluruh Indonesia, Senin, 12 Oktober 2020.

    Acara itu diunggah di saluran Youtube milik Mahkamah Agung secara streaming dengan total waktu 8 jam 23 menit dan 12 detik. Hingga Rabu, 14 Oktober 2020 pukul 11.08 WIB, video ini sudah ditonton sebanyak 17.531 pengguna.

    Burhan mengatakan perkara-perkara itu melibatkan banyak prajurit. Mulai dari pangkat rendah hingga perwira menengah. Seperti, melibatkan dokter berpangkat letnan kolonel, prajurit lulusan Akademi Militer, hingga yang terendah berpangkat prajurit dua.

    "(Di akademi) pelatihnya punya perilaku menyimpang. Dimanfaatkanlah kamar-kamar siswa itu untuk perbuatan tersebut," kata mantan hakim di Peradilan Militer ini.

    Prajurit TNI berperilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT), lanjut dia, tersebar di sejumlah kota besar. Seperti Makassar, Sulawesi Selatan; Bali; Medan, Sumatra Utara; dan Jakarta.

    Fenomena LGBT di lingkungan TNI diketahui setelah Burhan berbincang dengan jajaran petinggi di markas besar TNI Angkatan Darat. Jajaran TNI AD itu menyampaikan langsung ke Burhan mengenai informasi kelompok LGBT tersebut.

    "Ini unik, tapi memang ini kenyataan," ujar dia.

    Baca: MA Cari Celah Hukum Jerat LGBT di Lingkungan TNI

    Burhan lantas teringat saat ia masih menjadi hakim di Peradilan Militer. Pada 2008, dia sempat menyidangkan kasus LGBT pertama di lingkungan TNI. 

    "Saya tak menghukumnya, saya hanya minta komandannya mengobatinya dia sampai sembuh," kata Burhan.

    Alasannya, seorang perwira menengah itu baru pulang operasi dari Timor Timur (sekarang Timor Leste). Dia menjadi suka sesama jenis karena tekanan selama tugas.

    "Begitu tertekannya, sehingga membentuk mental dia menjadi menyimpang. Pulang ke homebase-nya di Makassar, dia sudah tidak menyenangi istrinya lagi," kata Burhan.

    Baca: MA: Ada Kelompok Persatuan LGBT TNI/Polri

    Namun, kondisi itu berbeda dengan kasus LGBT pada prajurit di masa sekarang. Menurutnya, penyimpangan seksual tersebut justru terjadi karena pergaulan.

    "Itu lebih diakibatkan oleh fenomena pergaulan. Oleh karena banyaknya menonton-menonton dari WA (aplikasi WhatsApp), video, dan sebagainya. Ini Telah membenmtuk perilaku yang menyimpang, termasuk di dalamnya keinginan melampiaskan libido terhadap sesama jenis," kata hakim agung ini.

    (UWA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id