Limbah Plastik Dinilai Mengawetkan Aspal

    Dian Ihsan Siregar - 08 April 2018 17:33 WIB
    Limbah Plastik Dinilai Mengawetkan Aspal
    Pekerja memasukan sampah plastik yang akan didaur ulang kedalam karung. Foto: Antara/Adiwinata Solihin
    Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memanfaatkan limbah plastik untuk konstruksi jalan. Pasalnya, sampah plastik dinilai bisa menjadi bahan campuran yang dapat membuat aspal jadi lebih awet.

    Peneliti dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR, Edwin Nirwan mengatakan, pihaknya telah meneliti pemanfaatan limbah plastik untuk konstruksi ini sejak 2008. Kemudian, penelitian ini dikembangkan dan diintensifkan sejak awal 2017.

    "Penggunaan limbah plastik juga sama sekali tidak mengurangi kualitas jalan, bahkan justru bisa menambah kerekatan jalan. Saat dihampar sebagai aspal panas, ketika diukur suhunya yaitu 150-180 derajat Celcius, artinya plastik tidak terdegradasi dan masih jauh dari batas degradasi sampah yaitu 250-280 derajat Celcius atau suhu dimana plastik mengeluarkan racun,” kata Edwin dalam keteranganya, Minggu, 8 April 2018.

    Penggunaan aspal campuran limbah plastik, kata dia, telah diuji coba pada beberapa ruas jalan nasional di Jakarta, Makassar, Bekasi, Denpasar, dan Tol Tangerang-Merak.

    Berdasarkan hasil uji laboratorium oleh Balitbang Kementerian PUPR pada 2017, campuran aspal panas dengan tambahan limbah plastik lebih tahan terhadap deformasi dan retak ketimbang campuran aspal panas biasa.

    Pada 2019, jumlah sampah plastik di Indonesia diperkirakan mencapai 9,52 juta ton atau 14 persen dari total sampah. Dengan estimasi plastik yang digunakan 2,5 ton-5 ton per kilometer (km) jalan, limbah plastik dapat menyumbang kebutuhan jalan sepanjang 190 ribu km.

    Pada periode 2015-2019, pemerintah akan membangun 2.600 km jalan nasional, 1.000 km jalan tol dan pemeliharaan jalan di semua wilayah, dengan kebutuhan aspal mencapai 1,5 juta ton per tahun. Pemanfaatan limbah plastik untuk aspal ini diharapkan dapat menjadi solusi yang tepat terhadap permasalahan sampah di Indonesia.

    "Pada Forum Pertemuan Tahunan World Bank dan IMF tahun 2018 mendatang kita akan tunjukan pada perwakilan negara yang hadir terkait dengan solusi masalah limbah plastik ini," pungkas Edwin.





    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id