Ibu di Jakbar Dihipnotis 'Raja Minyak Singapura'

    Siti Yona Hukmana - 18 Juli 2018 16:19 WIB
    Ibu di Jakbar Dihipnotis 'Raja Minyak Singapura'
    Perampokan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.



    Jakarta: Hannah, 60, menjadi korban perampokan melalui hipnotis dengan iming-iming dolar. Kepada korban, pelaku mengaku sebagai warga Singapura. 

    Nuril Farah Dhiya, anak korban, mengatakan peristiwa ini terjadi pada Senin, 16 Juli 2018 di Jakarta Barat. Pelaku membawa banyak dolar untuk ditukar dengan uang korban.

     



    "Dia itu raja minyak di Singapura kayak gitu," kata Nuril saat diklarifikasi via telepon, Rabu, 18 Juli 2018.

    Menurut dia, pelaku itu memiliki perawakan tinggi, agak gemuk, putih, dan sipit. Dia fasih berbahasa Indonesia walau mengaku warga Singapura. 

    Awalnya, pelaku mengaku sedang mencari alamat kepada Hannah. Ia membawa koper berisi uang dolar untuk disumbangkan kepada janda, duafa, dan yatim.

    Saat 'Raja Minyak Singapura' dan Hannah berbicara, seorang pria paruh baya memotong pembicaraan. Nuril menyebut pria itu menepuk ibunya. 

    "Bapak itu bilang, 'Ibu tolong bantu orang asing ini. Dia jauh nyari alamat tapi enggak tahu alamatnya. Dia mau nukarin uang, kita bantu saja yuk'," jelas Nuril. 

    Setelah itu, Hannah seperti terhipnotis dan mau diajak masuk mobil. Hannah, orang asing, dan pria pergi meninggalkan rumah menuju kantor Bank Rakyat Indonesia (BRI).

    "Si orang asing itu bilang, 'Saya mau nukarin dolar ini nih ke Bank BRI'. Terus selanjutnya pas dipotong, datang mobil warnanya putih tapi mamaku enggak tahu tipenya apa," ujar Nuril.

    Di dalam mobil, paha Hannah terus ditepuk-tepuk oleh orang asing. Dia menawarkan satu dolar miliknya ditukar dengan Rp10 juta. 

    Baca: Kejahatan Bermodus Hipnotis Kembali Muncul di Depok

    "Terus orang yang setengah tua itu juga bilang, 'Iya Bu, saya juga mau nukarin'. Bapak setengah tua kelihatan alim jadi pakai peci untuk meyakinkan ibu-ibu," jelas dia.

    Ketiganya menuju di BRI Kebayoran Lama, tetapi ATM rusak. Mereka kemudian menuju ke Bank BRI Cipulir. 

    Di sana, Hannah menyerahkan Rp40 juta kepada orang asing itu. Dia memberikan cincinnya karena diminta pelaku. 

    "Ibu dibilang gini, 'Buat kenang-kenangan, dua cincin di tangan ibu, buat saya saja.' Dikasih dua lembar dolar lagi, ibu terima 15 dolar. Jadi, kemungkinan bisa Rp45 juta (yang dirampok)." 

    Kasus ini pun dilaporkan ke polisi. Saat ini, perkara ini ditangani Polres Jakarta Selatan. 



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id