UIN Bantah Tak Punya Kelengkapan Surat Tanah

    Arga sumantri - 04 Januari 2016 21:18 WIB
    UIN Bantah Tak Punya Kelengkapan Surat Tanah
    Sebuah papan pengumuman dipasang di lahan sengketa antara warga pisangan dengan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. MTVN/Arga Sumantri.
    medcom.id, Tangerang Selatan: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta membantah tudingan warga yang menyebut UIN tak punya kelengkapan surat atas tanah di RT04, RW17, Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan. Pihak universitas mengatakan tanah seluas kurang lebih 16 ribu meter persegi itu sudah disertifikasi.

    "Kita sudah sertifikatkan, belum lama ini baru jadi," ungkap Kabag Akuntasi dan Pelaporan UIN Jakarta, Rasiin kepada Metrotvnews.com di Kampus UIN, Jalan Ir Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (4/1/2016).

    Menurut Rasiin, pengajuan sertifikat telah diurus lebih dari setahun lalu. Namun, lantaran ada aduan warga terhadap UIN ke Polda Metro Jaya, proses sertifikasi tanah itu tertunda.

    "Karena BPN tidak berani mengeluarkan waktu itu. Soalnya kita diadukan ke Polda Metro," beber Rasiin.

    Sertifikat baru bisa turun, kata Rasiin, setelah Polda Metro Jaya mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas aduan warga terhadap UIN September 2015. Rasiin justru mempertanyakan kelengkapan surat tanah milik warga.

    "Kalau toh memang mereka benar, mereka harusnya bisa juga sertifikatkan. Tapi oleh BPN itu ditolak. Artinya apa, mereka tidak punya alas hak yang sah," tambah Rasiin.

    Sebelumnya, warga menyebut UIN sebagai kuasa pengguna atas tanah milik Kemenag, tak punya kelengkapan surat tanah khususnya di wilayah RT04, RW17, Kelurahan Pisangan. Warga mengaku memegang girik asli setelah mereka membeli tanah dari YPMII puluhan tahun lalu.

    "UIN tak punya giriknya. Girik asli masih di orang-orang YPMII, ada juga (girik) yang di rakyat. Karena sudah dibeli rakyat," kata seorang warga, Bambang Iswahyanto.

    Hal serupa juga diucapkan warga lain bernama Iwan, kata dia, bukti UIN tak miliki girik atas tanah diyakini dengan munculnya sertifikat hak pakai.

    “Sertifikat hak pakai itu menunjukkan UIN tidak tahu sejarah kepemilikan tanah. Sertifikat hak pakai dapat datang dari langit,” kata Iwan.



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id