Lokasi Calon Ibu Kota Baru Dinilai Tak Aman

    Nur Azizah - 17 Oktober 2019 12:29 WIB
    Lokasi Calon Ibu Kota Baru Dinilai Tak Aman
    Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi. Foto: Medcom.id/Intan Yunelia
    Jakarta: Pemerintah diminta mengkaji ulang lokasi ibu kota baru. Kawasan Penajam Paser Utara (PPU), Kalimatan Timur, dinilai tak aman untuk menjadi ibu kota baru setelah terjadi kerusuhan pada Rabu, 16 Oktober 2019.

    "Mengingat kejadian ini, maka rencana pemindahan ibu kota wajib dikaji secara mendalam dari segala aspek baik itu infrastruktur, keamanan, pertahanan maupun aspek sosial dan tidak dilakukan secara tergesa-gesa," kata Sekretaris Fraksi PPP DPR Achmad Baidowi di Jakarta, Kamis, 17 Oktober 2019.

    Baidowi meminta pemerintah meningkatkan keamanan. Pasalnya, wilayah itu akan didatangi banyak warga.

    "Jik nantinya sudah ditetapkan sebagai ibu kota maka akan banyak warga yang datang ke daerah tersebut, sehingga jika tidak ada antisipasi dikhawatirkan terjadi persoalan sosial baru," ujar dia.

    Menurut dia, kerusuhan di Penajam Paser Utara tak boleh dianggap remeh. Polanya dinilai bisa meniru kejadian di tempat lain yang ditunggangi provokator.

    Kemarin, kerusuhan di Penajam Paser Utara pecah. Situasi memanas setelah adanya penganiayaan.

    Kepala Biro Humas Setprov Kaltim, M Syafranuddin mengatakan kejadian bermula ketika tersangka terganggu dengan suara knalpot korban. Alhasil, keributan yang melibatkan pelajar pecah di Pantai Nipah-Nipah. 

    "Tersangka penganiayaan tidak suka dengan suara knalpot korban. Sehingga terjadi keributan antara korban dengan tersangka," kata Syafranuddin.

    Pemprov Kaltim mengimbau masyarakat tidak terpancing dengan situasi di Penajam Paser Utara. Masyarakat diminta tidak menyebarkan foto atau video peristiwa di Penajam Paser Utara pada Rabu, 16 Oktober 2019.

    "Situasi di PPU hingga Rabu malam ini sudah kondusif. Bahkan Pangdam VI/Mulawarman dan Kapolda Kaltim sudah melakukan pertemuan dengan sejumlah elemen masyarakat di PPU, dengan harapan Kamtibmas PPU dijaga," jelas Syafranuddin.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id