Pemda Diingatkan Tak Merekrut Tenaga Honorer

    Gervin Nathaniel Purba - 22 Agustus 2019 03:27 WIB
    Pemda Diingatkan Tak Merekrut Tenaga Honorer
    Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Syafruddin. Foto: Medcom.id/ Sunnaholomi Halakrispen
    Jakarta: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenpanRB) Syafruddin mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) untuk tidak lagi merekrut tenaga honorer. Pemda yang tidak menurut akan kena sanksi.

    "Nanti kena sanksi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)," ujar Syafruddin, ditemui di The Westin Hotel, Kuningan, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2019. 

    Syafruddin tidak mempermasalahkan masih adanya tenaga honorer yang belum diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN). Para tenaga honorer tersebut akan dijadikan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

    "Kita masih punya data yang akurat sisa yang 15 tahun. 10 tahun tenaga honorer tetap akan diberikan ruang melalui PPPK," ujarnya.

    Fokus KemenpanRB yakni meningkatkan kualitas ASN. Sebab, dari 4,3 juta ASN, yang baru mendapatkan gelar sarjan (S1 hingga S3) baru 50 persen. 

    "Ini menjadi tugas negara untuk sisanya gimana caranya bisa S1 bagi ASN yang belum mendapat sarjana. Nanti diatur formulasinya," kata Syafruddin.

    Di satu sisi, pemerintah membutuhkan satu juta ASN unggul atau profesional untuk lima tahun ke depan. Saat ini, pemerintah baru memiliki sekitar 400 ribu ASN profesional.



    (EKO)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id