Pengungsi Wamena Minta Jaminan Keamanan

    Akmal Fauzi - 06 Oktober 2019 07:38 WIB
    Pengungsi Wamena Minta Jaminan Keamanan
    Warga memadati Bandara Wamena, Jayawijaya, Papua, untuk meninggalkan kota itu, Jumat (27/9/2019). Foto: Antara/Iwan Adisaputra
    Jakarta: Para pengungsi korban kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Papua, bersedia kembali ke rumah jika situasi sudah aman. Mereka meminta pemerintah harus memastikan situasi sudah kondusif dan membantu membangun kembali rumah yang rusak.

    "Bertahan di sini dulu sudah," kata Fani, warga asal Toraja yang mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya, Wamena, Papua, Sabtu, 5 Oktober 2019.

    Fani bersama tiga anak dan suaminya terpaksa mengungsi karena rumahnya di Distrik Hom-Hom rata dengan tanah. Rumahnya dibakar massa saat terjadi kerusuhan pada 23 September 2019.

    Fani bersama keluarga tetap akan bertahan di Wamena dan tidak kembali ke Tanah Toraja, Sulawesi Selatan. Dia mengaku masih punya harapan untuk tetap tinggal di Papua.

    Dia juga butuh biaya yang besar untuk pulang kampung. Sedangkan, mereka tidak memiliki harta benda lagi karena terbakar bersama tempat kediaman.

    Hal senada disampaikan Damaris yang juga mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya. "Rencananya ingin pulang ke rumah. Mereka tidak pulang karena rumah sudah habis terbakar," kata Damaris.

    Sebanyak 1.254 orang masih mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya, dan 2.636 orang mengungsi di Wamena pascakerusuhan. Sementara itu, ribuan orang lainnya sudah kembali ke kampung halaman masing-masing.

    Pemerintah melalui Kementerian Sosial telah mendistribusikan bantuan senilai Rp3,8 miliar untuk penanganan dampak kerusuhan di Wamena berupa logistik, usaha ekonomi produktif, dan santunan ahli waris korban meninggal.

    Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan pemerintah mendorong warga yang eksodus untuk kembali ke Wamena. "Dengan jaminan keamanan dari aparat TNI dan Polri, situasi cukup kondusif dan kegiatan masyarakat termasuk aktivitas ekonomi sudah berjalan," kata Harry.

    Mulai kondusif

    Situasi di Wamena, Papua, dilaporkan mulai kondusif pascakericuhan. Sejumlah menteri kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan meninjau lokasi kerusuhan.

    "Besok tanggal 7 (Senin, 7 Oktober 2019), Menko Polhukam, Panglima, Kapolri, Mensos, Menteri Kesehatan, Menteri BUMN, dan Menteri PU-Pera akan langsung ke lapangan, ke Wamena," kata Hadi di sela peringatan HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

    Dia mengatakan kebutuhan masyarakat dapat disalurkan dengan lancar. Aparat keamanan dan masyarakat juga turut membantu. 

    "Alhamdulillah logistik tak masalah dan bantuan kesehatan, termasuk dari lapangan di Wamena, semua berjalan baik. Khusus di Wamena ada 3.800 pengungsi, yang ikut di Kodim, Koramil, dan polsek," ujar dia. 

    Dia berharap kegiatan rutin di Wamena bisa dilakukan kembali. Dia ingin kehadiran unsur pemerintahan di sana membuat masyarakat tak lagi ketakutan sehingga perekonomian tak terganggu. 



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id