comscore

Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Panik Berlebihan Hadapi Omicron

Kautsar Widya Prabowo - 06 Januari 2022 15:37 WIB
Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Panik Berlebihan Hadapi Omicron
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: tangkapan layar di YouTube.
Jakarta: Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat tidak berlebihan menghadapi acaman penyebaran varian baru covid-19 Omicron. Ia memastikan pemerintah telah mengantongi data akurat terkait perkembangan varian tersebut. 

"Saya mohon dengan kerendahan hati jangan terlalu cepat berkomentar, kita enggak bodoh-bodoh amat kok," ujar Luhut di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 6 Januari 2022. 
Luhut juga meminta masyarakat tidak saling menyalahkan ihwal upaya pencegahan Omicron. Masyarakat diharapkan mengikuti kebijakan yang diterapkan pemerintah. 

"Kita tidak ingin seperti negara lain yang puluhan ribu ratusan ribu yang sakit, kalau tidak jutaan yang sakit, seperti di Amerika, Inggris, dan tempat lain-lain. Kita bersyukur sampai hari ini Indonesia, seperti ini," ujarnya.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.01/MENKES/1391/2021 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kasus Covid-19 Varian Omicron (B.1.1.529). SE yang ditandatangani Menkes pada 30 Desember 2021 tersebut ditujukan kepada para gubernur dan bupati/wali kota serta kepala dinas kesehatan provinsi dan kepala dinas kesehatan kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Baca: KPAI Desak Pemprov DKI Kaji Ulang PTM 100%

“Poin utama dari aturan ini untuk memperkuat koordinasi pusat dan daerah serta fasilitas layanan kesehatan dalam menghadapi ancaman penularan Omicron. Mengingat dalam beberapa waktu terakhir kasus transmisi lokal terus meningkat,” kata juru bicara vaksinasi covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi, Rabu, 5 Januari 2022.

Nadia mengungkapkan penambahan kasus konfirmasi Omicron di Indonesia masih didominasi oleh Warga Negara Indonesia (WNI) yang baru kembali dari perjalanan luar negeri. Sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala.

"Gejala paling banyak adalah batuk sekitar 49 persen dan pilek 27 persen,” ujarnya.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id