Gugus Tugas Terbitkan Protokol Kedatangan WNI dan WNA

    Nur Azizah - 15 Mei 2020 13:43 WIB
    Gugus Tugas Terbitkan Protokol Kedatangan WNI dan WNA
    Sejumlah WNI anak buah kapal Royal Caribbean tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu, 13 Mei 2020. Foto: Antara/Fauzan
    Jakarta: Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Korona (Covid-19) melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan Surat Edaran Nomor HK.02.01/Menkes/313/2020. Surat itu berisi protokol kesehatan penanganan kepulangan warga Indonesia dan kedatangan warga negara asing (WNA) dari luar negeri di pintu masuk negara dan di wilayah yang menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

    Kebijakan ini untuk mengantisipasi penyebaran virus korona (covid-19). Melalui surat edaran ini, para pemegang paspor Indonesia maupun WNA yang diizinkan tinggal harus mengikuti prosedur saat berada di pintu masuk bandara, pelabuhan, atau pos lintas batas negara (PLDBN). 

    "Mereka yang tiba di pintu masuk negara wajib mengikuti prosedur karantina kesehatan dan pemeriksaan tambahan yang berlaku di Indonesia. Ada beberapa tahapan yang dilakukan saat pemeriksaan kesehatan, seperti wawancara dan pemeriksaan melalui rapid test atau polymerase chain reaction (PCR)," kata Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2020.

    Setiap WNI wajib memiliki surat keterangan sehat dalam bahasa Inggris yang berlaku maksimal tujuh hari sejak diterbitkan fasilitas kesehatan dari negara asal. Nantinya, dokumen itu divalidasi dokter kantor kesehatan pelabuhan (KKP) baik di pelabuhan, bandara, maupun PLBDN.

    "Mereka yang menunjukkan hasil negatif pada surat keterangan tetap melakukan pemeriksaan kesehatan tambahan. Jika tidak ditemukan penyakit atau faktor risiko pada pemeriksaan kesehatan, petugas KKP mengeluarkan izin kesehatan dan health alert card (HAC) kepada individu yang bersangkutan," terang Doni.

    Apabila ingin melanjutkan perjalanan ke daerah asal, WNI diwajibkan membawa surat jalan dari satuan tugas penanganan covid-19 setempat. Sementara itu, orang tanpa gejala (OTG) yang baru kembali dari luar negeri direkomendasikan menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

    "Harus menerapkan jaga jarak, memakai masker dan berperilaku hidup bersih dan sehat. Selanjutnya izin kesehatan dari KKP yang telah dibawa tadi diserahkan kepada pihak RT dan RW setempat. Ini sebagai tindak lanjut dari aparat pemerintah desa terkecil ini kepada puskesmas (pusat kesehatan masyarakat) sekitar. Puskesmas akan melakukan pemantauan selama masa isolasi mandiri warga di rumah," jelas  dia.

    Gugus Tugas Terbitkan Protokol Kedatangan WNI dan WNA

    Baca: RS Mitra Keluarga Minta Iklan Surat Bebas Covid-19 Dicabut

    Bagi yang tiba dan tidak membawa surat keterangan sehat, mereka wajib mengecek kesehatan di KKP. Selama menunggu hasil pengujian, WNI menunggu di tempat karantina yang disiapkan. 

    "Apabila positif covid-19, WNI akan dirujuk ke rumah sakit (RS) darurat atau pun RS rujukan di wilayah setempat dengan menerapkan protokol rujukan penyakit infeksi," tutur Doni.

    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.




    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id