Masyarakat Diminta Tak Melakukan Penanganan Mandiri Covid-19

    Fachri Audhia Hafiez - 23 Maret 2020 17:29 WIB
    Masyarakat Diminta Tak Melakukan Penanganan Mandiri Covid-19
    Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Achmad Yurianto. Foto: BNPB
    Jakarta: Masyarakat diminta mengikuti imbauan dan seruan pemerintah dalam penanganan covid-19 atau korona. Bukan justru bertindak di luar imbauan pemerintah dengan dalih pencegahan covid-19. 

    "Jangan kemudian membuat keputusan sendiri untuk meminum sesuatu obat untuk melakukan sesuatu kegiatan yang diyakini bisa menyembuhkan atau mencegah," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19 Achmad Yurianto di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jalan Pramuka, Matraman, Jakarta Timur, Senin, 23 Maret 2020.

    Yuri meminta masyarakat tak sungkan berkonsultasi dengan dokter apabila ada gejala-gejala yang berindikasi ke covid-19. Deteksi terinfeksi covid-19 hanya bisa teruji dengan diagnosis dan hasil uji laboratorium medis.

    "Tidak perlu panik, konsultasikan dengan dokter. Nanti dengan pemeriksaan yang teliti oleh dokter maka akan bisa ditentukan apakah mengarah ke covid-19 atau tidak," ujar Yuri.

    Baca: Pemerintah Minta Masyarakat Tak Sembarang Beli Chloroquine

    Masyarakat pun diminta mengikuti anjuran pemerintah untuk jaga jarak sosial (social distancing). Penularan partikel virus covid-19 bisa lewat kontak fisik dan percikan ludah orang yang positif covid-19.

    "Ludah itu jatuh ke benda, ini tidak mustahil bisa menyentuh dan (terjadi) perpindahan partikel virus," ujar Yuri.

    Kegiatan mencuci tangan dengan sabun sebelum beraktivitas pun harus digalakkan. Dengan cara ini diharapkan mampu menekan laju penyebaran virus yang pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok itu.

    "Kami juga berharap masyarakat bisa mengingatkan pada komunitasnya untuk menjauhi atau mencegah terjadinya penularan Covid-19," jelas Yuri.

    Kasus positif covid-19 di seluruh Indonesia per Senin, 23 Maret 2020, bertambah 65 pasien. Total pasien menjadi 579 orang. Sebanyak 30 pasien dinyatakan sembuh, sedangkan 49 orang meninggal.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id