KPK Diminta Awasi Seluruh Proses Vaksinasi

    Candra Yuri Nuralam - 08 Januari 2021 21:53 WIB
    KPK Diminta Awasi Seluruh Proses Vaksinasi
    Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk melakukan pengawasan khusus terhadap pengadaan vaksin di Indonesia. Pengawasan perlu dilakukan lantaran kongkalikong pembelian vaksin diyakini bakal berbeda.

    "Proses pengadaan yang biasa, seperti tender, bidding, open document, seperti itu kan susah untuk dilakukan dan negosiasi mengenai harganya juga akan sulit dilakukan karena memang sifatnya yang terbatas di seluruh dunia," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Januari 2021.

    Budi mengatakan ada dua cara untuk mendapatkan vaksin, yakni dengan beli langsung ke produsen dan multilateral melalui Global Alliance for Vaccine and Immunization (GAVI). Vaksin yang dibeli berupa Sinovac, Novavax, dan Pfizer.

    "Sedangkan yang multilateral itu gratis karena melalui kerja sama internasional. Padahal barangnya sama. Dari list yang ada di GAVI itu Novavax dan AstraZeneca juga kita beli melalui mekanisme bilateral," ujar Budi.

    Baca: BPOM Tegaskan Efikasi Vaksin Setiap Negara Tak Bisa Dibandingkan

    Kedua cara itu dilakukan pemerintah untuk mendapatkan vaksin. Jika tidak dilakukan maka pemerintah bakal kekurangan vaksin untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya.

    Atas dasar itu pemerintah datang ke markas KPK untuk meminta pengawasan khusus. Pemerintah tak ingin dua cara yang digunakan itu dicium sebagai korupsi oleh KPK ke depannya.

    "Kita infokan dari depan, ini ada barang yang sama kita beli dengan mekanisme berbeda, harganya juga bisa berbeda. Itu kita bicarakan juga ke KPK prosesnya seperti apa, nanti pengadaannya seperti apa," kata Budi.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id