Heboh Warga Diusir saat Salat, Berikut Aturan Wajib Masker di Masjid

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 03 Mei 2021 11:47 WIB
    Heboh Warga Diusir saat Salat, Berikut Aturan Wajib Masker di Masjid
    Ilustrasi penggunan masker di masjid (Foto: Medcom.id/Fatmawati)



    Jakarta: Jagat media sosial tengah ramai menyoal video pengusiran warga oleh takmir masjid karena memakai masker. Diketahui kejadian tersebut terjadi di Masjid Jami Al Amanah, Jalan Tanafit Harapan Indah, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi.

    Alasan warga tersebut diusir karena masjid melarang penggunaan masker. Sementara, warga yang diusir itu ngotot tetap memakai masker lantaran mengikuti aturan pemerintah.






    Dalam video yang diunggah akun Instagram @peristiwa_sekitar_kita, terlihat tiga orang melingkari satu orang yang memakai masker. Mereka saling berdebat karena merasa paling benar.

    Salah seorang takmir pun menjelaskan bahwa aturan di masjid tersebut dilarang memakai masker. Bahkan, meyakinkan bahwa masjid itu aman dari virus korona (covid-19) dengan mengutip ayat Alquran surat Ali-Imran ayat 96.

    “Jangan pakai masker. Jadi, kita ada perbedaan antara masjid dan pasar,” ucap salah seorang takmir berbaju kuning.

    “Kata agama, Alquran Surat Al-Imran Ayat 96, dikatakan orang yang masuk di dalam masjid, aman. Itu Alquran,” imbuhnya.

    Lalu bagaimana aturan beribadah di masjid atau rumah ibadah di masa pandemi covid-19? Sejatinya pemerintah sudah mengeluarkan peraturan melalui Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah dalam Mewujudkan Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19 di Masa Pandemi yang ditandatangani mantan Menag Fachrul Razi. Pada poin 5c dijelaskan bahwa masyarakat mesti menggunakan masker selama berada di area rumah ibadah.

    Menteri Agama kembali mengeluarkan Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2021 soal Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 Masehi. SE ini telah ditandatangani oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Pada poin 4 dan 5 SE tersebut dijelaskan bahwa pengurus masjid dapat menyelenggarakan ibadah baik itu salat fardu, tarawih, hingga iktikaf dengan menerapakan protokol kesehatan.

    Pengurus dan pengelola masjid/musala sebagaimana angka empat wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing,” tulis poin 5 SE tersebut yang dikutip Medcom.id.

    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id