Subsidi Tiket Kereta Diharap Bisa Perbaiki Layanan

    Candra Yuri Nuralam - 15 Februari 2021 06:33 WIB
    Subsidi Tiket Kereta Diharap Bisa Perbaiki Layanan
    Ilustrasi. (Foto: ANTARA/Istimewa)



    Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (KAI) diharap bisa perbaiki layanan usai penandatanganan kontrak pemberian public service obligation (PSO). Pemerintah menggelontorkan Rp3,4 triliun untuk subsidi tarif kereta api kelas ekonomi dalam kerja sama itu.

    "Saya berharap, melalui pemberian PSO ini PT KAI dapat lebih meningkatkan layanan kepada penumpang," tulis Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam akun Instagram pribadinya @budikaryas, Senin, 15 Februari 2021.




    Budi mengatakan subsidi itu diberikan pemerintah agar tiket kereta bisa terus dijangkau masyarakat. Sebab, kata dia, minat masyarakat dengan perjalanan kereta api tinggi. Pemerintah perlu menjaga tarif perjalanan kereta api.

    PT KAI juga diminta membenahi diri usai disuntik dana bantuan subsidi itu. Budi mau kereta api menjadi moda transportasi yang aman di tengah pandemi.

    "Tentu, di masa pandemi ini dengan tetap memperhatikan penerapan protokol kesehatan, yang ketat," ujar Budi.

    Baca: Kemenhub Subsidi Kereta Api Kelas Ekonomi Rp3,4 Triliun

    Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan memberikan subsidi tarif untuk kereta api kelas ekonomi sebesar Rp3,4 triliun pada 2021. Jumlah ini meningkat dibandingkan subsidi yang diberikan pada 2020 sebesar Rp2,6 triliun.

    Subsidi kereta api kelas ekonomi yang dimulai sejak 1 Januari 2021 sampai dengan 31 Desember 2021 diberikan untuk: Pertama, layanan kereta api antarkota, yaitu : KA Ekonomi Jarak Jauh di 3 (tiga) lintas pelayanan dengan volume sebesar 1.375.481 penumpang dalam satu tahun, KA Ekonomi Jarak Sedang di 10 lintas (3.276.157 penumpang), dan KA Lebaran di 1 lintas pelayanan (26.445 penumpang).

    Kedua, layanan kereta api perkotaan, yaitu: KA Ekonomi Jarak Dekat (Ka Lokal) di 28 lintas pelayanan dengan volume sebesar 21.227.975 penumpang per tahun, Kereta Rel Diesel (KRD) Ekonomi (3.495.456 penumpang), Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek (166.365.911 penumpang), dan KRL Jogja-Solo dengan volume (2.229.887 penumpang).

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id