BPJS Paling Banyak Membiayai Penyakit Jantung

    Zakaria Habib - 18 November 2019 04:39 WIB
    BPJS Paling Banyak Membiayai Penyakit Jantung
    Ilustrasi BPJS. Foto: ANT/Aditya Pradana Putra
    Jakarta: Anggaran BPJS Kesehatan 2019 diperkirakan defisit hingga mencapai Rp32, 8 triliun. Jumlah ini meningkat dari prediksi awal yakni Rp28 triliun.

    Deputi Direksi Bidang Riset dan Pengembangan BPJS Pusat, Andi Afdal Abdullah mengatakan persoalan itu bisa diselesaikan dengan melibatkan semua pihak. Terpenting, mendorong masyarakat untuk membayar kewajiban iuran BPJS.

    "Yang jadi isu utama bagaimana meyakinkan orang ini untuk membayar," kata Andi dalam diskusi di kawasan Cikini Jakarta, Minggu, 17 November 2019.

    Menurut Andi, BPJS telah mengupayakan berbagai kemudahan akses pembayaran iuran bagi masyarakat. Namun, diakuinya kendala dari upaya itu yakni tidak adanya sanksi tegas dari pemerintah terhadap warga yang tidak ingin membayar iuran. 

    "Sebenarnya ada instrumen yang namanya sanksi, tapi kan pemerintah tidak mau menjalankan, tiba-tiba orang tidak bisa ini, tidak bisa itu kan harus pelan-pelan edukasi," kata Andi.

    Edukasi diberikan dalam bentuk literasi tentang pentingnya membayar iuran BPJS. Terutama, manfaat iuran BPJS yakni membantu antara peserta BPJS satu dengan yang lainnya.

    "Kita harus memberikan literasi ke masyarakat bahwa kalau anda tidak bayar maka sistem gotong royongnya tidak jalan," kata dia.

    Andi menyebut biaya pengobatan terbesar yang ditanggung BPJS adalah penyakit jantung, total biayanya mencapai Rp9 triliun. Kemudian, penyakit kanker disusul gagal ginjal karena harus cuci darah setiap minggunya.

    "Kalau misalnya benefitnya kita kurangi supaya (BPJS) tidak defisit, mulai minggu depan jantung kita tidak cover," kata Andi.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id