Ma'ruf Amin: Kemiskinan Membawa Orang pada Kekafiran

    Medcom - 10 November 2019 08:29 WIB
    Ma'ruf Amin: Kemiskinan Membawa Orang pada Kekafiran
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin ingin menghilangkan kemiskinan demi mendorong Indonesia menjadi negara maju. Foto: MI/Tosiani.
    Tangerang: Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyatakan, Indonesia harus menjadi negara maju dengan memperkuat perekonomian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), dan menghilangkan kemiskinan. Kemiskinan, bisa membawa orang pada kekafiran.

    "Kemiskinan itu, kata Rasulullah, hampir bisa membawa orang kepada kekafiran. Kemiskinan itu bisa membuat orang menjadi kafir karena lemah, mudah dibujuk, mudah diprovokasi, mudah dibeli imannya karena dia miskin," kata Ma'ruf saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi di Masjid Jami Baitul Muhtadi, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, melansir Antara, Sabtu malam, 9 November 2019.

    Salah satu upaya merealisasikan Indonesia menjadi negara maju, harus terlepas dari perangkap pendapatan menengah (middle income trap). Menurut Ma'ruf, upaya itu bisa dilakukan dengan meningkatkan perekonomian dan mencetak SDM yang berkualitas.

    "Kita ingin Indonesia menjadi negara maju, negara yang ekonominya kuat. Makanya, warganya juga harus kuat, mampu mengembangkan dunianya, harus pintar, harus bisa hidup layak," tegasnya.

    Kemiskinan menjadi salah satu tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada Ma'ruf Amin untuk diatasi melalui Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang dikoordinasikan oleh Wapres.

    Berdasarkan data TNP2K, tingkat kemiskinan di Indonesia hingga Maret 2019 tercatat sebesar 9,41 persen. Angka tersebut akan terus ditekan di masa pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, dan jika perlu dihilangkan supaya tidak ada lagi masyarakat miskin dan cita-cita Indonesia menjadi
    negara maju dapat terwujud.

    Dalam beberapa kesempatan, Ma'ruf mengatakan targetnya untuk menghilangkan kemiskinan serta menurunkan angka stunting pada anak hingga mencapai ambang batas Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization).

    Untuk mencapai target tersebut, jelas Ma'ruf, penanggulangan kemiskinan dan stunting pada anak merupakan gerakan nasional, sehingga angka kemiskinan di Indonesia dapat ditekan sekecil mungkin, hingga bisa dihilangkan.

    "Oleh karena itu, jangan sampai anak, cucu kita miskin. Ini yang harus kita upayakan supaya anak-anak kita bisa hidup layak di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara," ujarnya.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id